- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Investasi di Indonesia Diramal Masih Tumbuh Meski Global Melambat

VokalOnline.Com - Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini memproyeksi investasi global pada 2023 bakal melambat. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi di Indonesia.
Investasi global sejak awal 2022 tumbuh tinggi, tapi akan sedikit menurun pada tahun depan akibat perlambatan ekonomi dunia. Meski demikian investasi langsung di Indonesia masih tumbuh tinggi karena karakteristik dan dukungan lingkungan bisnis yang ada.
"Karena memang (investasi) yang masuk ke Indonesia itu lebih pada investasi di sektor yang sifatnya long term, di sisi sektor-sektor primer, dan faktor-faktor yang terjadi saat ini tidak akan menjadi penentu. Misalnya di sektor tambang, perkebunan, ini adalah sektor-sektor yang return-nya tinggi," katanya dalam CORE Economic Outlook 2023: Harnessing Resilience against Global Downturn, Rabu (23/11).
Hendri lantas menyinggung soal aliran foreign direct investment (FDI). Menurutnya, aliran FDI secara global masih relatif baik meski tidak sebaik sebelumnya. Dengan begitu, ia memproyeksi Indonesia bakal menjadi salah satu negara teratas penerima aliran FDI global.
Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal menambahkan investasi tahun depan akan kembali menjadi penyumbang kedua terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Faisal menyebut, investasi memang menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) kedua terbesar RI sebelum pandemi Covid-19. Namun, pandemi dan resesi 2020 membuat investasi turun dan posisinya digantikan net exports.Investasi dipercaya bakal kembali ke posisinya karena tidak banyak terganggu oleh tekanan ekonomi global.
"Sampai dengan tahun ini (investasi) relatif tinggi di kisaran 4 persen. Walaupun jika dibandingkan dengan pra-pandemi yang sempat di atas 6 persen, tapi kalau melihat di berbagai indikator, mulai dari impor barang produktif masih terus meningkat, bahan baku, barang penolong, barang modal juga begitu," jelasnya.
Ia menilai konsistensi kebijakan hilirisasi nikel juga berdampak terhadap investasi di industri turunan nikel dan juga pada sektor jasa.
Meski ada kekhawatiran menjelang tahun politik, Faisal menganggap dampaknya terhadap investasi tidak terlalu besar. Bahkan, di beberapa kasus investasi malah cenderung meningkat menjelang tahun politik.
Dilihat dari sektor investasi, baik primer, sekunder, dan tersier terus meningkat. Bahkan, industri manufaktur masih terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, purchasing managers index (PMI) manufaktur masih di atas 50 sehingga potensi ekspansi masih terbuka di tahun depan.**Syafira
Berita Terkait :
- Pulau Widi Akan Dilelang Situs Asing Jubir Luhut Ancam Pengelola0
- Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru Papua Dapat Dana APBN di 20230
- Perawatan Jalinsel, PT KAS Kembali Turunkan Doser dan Bomag0
- Menkes Kami Harap Masyarakat Mampu Tak Bebani BPJS Atau Negara0
- Harga Bahan Pangan Mulai Terkerek Menjelang Akhir Tahun0
_Black11.png)









