- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Jeli Mengawasi: Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 HP dalam Bungkusan Lauk

TEMBILAHAN – Kasih sayang yang salah arah. Mungkin itulah yang melatarbelakangi seorang pengunjung saat menitipkan makanan untuk orang yang ia kasihi di dalam Lapas. Namun, di balik bungkus lauk yang tampak biasa, terselip niat yang bisa merusak tatanan dan masa depan banyak orang.
Senin (13/7/2026), komitmen Lapas Kelas IIA Tembilahan untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba - HALINAR kembali diuji. Dan sekali lagi, petugas membuktikan mereka tidak tidur.
Kecurigaan bermula dari suara nyaring metal detector saat memeriksa titipan makanan. Lauk pauk yang dibungkus plastik bening itu mengeluarkan bunyi yang tidak seharusnya ada. Petugas pun menghentikan sejenak dan bertanya dengan hati-hati kepada pengunjung. Namun raut ragu dan jawaban yang berbelit justru menguatkan firasat buruk.
Dengan disaksikan langsung oleh yang bersangkutan, bungkusan itu dibuka. Isinya membuat miris. Di bungkusan pertama, tersembunyi 2 unit handphone. Di bungkusan kedua, terselip rapi 2 kepala charger dan 2 kabel charger, semua dibungkus sedemikian rupa seolah ingin lolos dari pengawasan.
Perwira Piket Kunjungan segera mengambil tindakan. Laporan dibuat, prosedur dijalankan, dan hubungan antara pengunjung dengan warga binaan yang dituju akan ditelusuri lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
Kalapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, menghela napas panjang saat dimintai keterangan. Ia mengaku sedih, namun tetap harus tegas.
“Kami mengerti, ini mungkin bentuk rasa rindu. Tapi percayalah, satu handphone yang masuk bisa menghancurkan program pembinaan yang sudah susah payah kita bangun. Petugas pemasyarakatan tidak boleh lengah sedikit pun. Kami akan terus menjaga komitmen mewujudkan Lapas Tembilahan yang bebas dari Halinar. Setiap upaya penyelundupan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas pemasyarakatan,” tegas Prayitno dengan suara berwibawa.
Bagi Lapas Tembilahan, handphone bukan sekadar barang terlarang. Ia adalah pintu masuk konflik, penipuan, peredaran narkoba, dan rusaknya proses pembinaan. Di tempat ini, para warga binaan sedang berusaha memperbaiki diri, menata harapan, dan kembali menjadi manusia yang berguna.
Kegagalan penyelundupan ini bukan untuk mempermalukan siapa-siapa. Ini adalah pengingat. Bahwa cinta sejati kepada keluarga adalah dengan mendukung mereka berubah, bukan dengan menyelundupkan jalan pintas yang justru menjerumuskan.
Lapas Tembilahan akan terus berdiri di garis depan. Jeli mengawasi, tegas menindak, namun tetap humanis membina. Karena di balik jeruji, masih ada harapan yang harus dijaga agar tidak ternoda.(*)
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)








