- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
- Walikota Pimpin Upacara HUT Kota Dumai ke-27, Soroti Program Unggulan
JMSI Inhu Apresiasi MoU Dengan APKASINDO, Pabrik Sawit Perlu Dukungan Petani

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Siarait menyampaikan apresiasinya dalam Rakerda JMSI Riau
Inhu, VokalOnline.Com - Kerja sama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Riau yang di kemas dalam Momerendum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau, mendapatkan apresiasi dari JMSI Inhu, apa yang menjadi kesepakatan dalam MoU tersebut harus diterapkan sampai tingkat bawah.
"Saya sangat apresiasi MoU Apkasindo dan JMSI, terutama dalam menghadapi kampaye negatif sawit dan kita perlu edukasi serta pemberitaan secara berkelanjutan tentang budi daya sawit yang baik, dampak positif sawit bagi ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan negara," kata ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait SE MM dalam Rakerda JMSI Riau Sabtu (23/9/2023) kemarin di Pekanbaru.
Berdasarkan catatan JMSI Inhu, perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga perlu dukungan dari masyarakat petani sawit swadaya dan serta semua pihak untuk menciptakan iklim investasi yang baik di Riau dan di Inhu khususnya.
"Semakin banyak PKS makin baik dari sisi persaingan harga TBS kelapa sawit, namun perlu kita ingat bahwa kwalitas bibit yang baik, perawatan yang baik dan panen yang baik menunjang produksi dan kwalitas TBS kelapa sawit, sehingga harga TBS kelapa sawit swadaya mampu mengimbangi harga dari kebun plasma," kata Hotli.
Sesuai dengan data yang di peroleh JMSI Inhu, dibeberkan Hotli, bahwa rendemen (kwalitas kandungan minyak,red) dari kebun plasma lebih tinggi dari rendemennya kebun swadaya dan persoalan tersebut harus diselesaikan oleh semua pihak, baik itu dari pemerintah maupun dari komunitas persawitan seperti APKASINDO dan GAPKI.
"Kita harus serius memperjuangkan budidaya sawit yang baik secara merata, dalam Rakerda JMSI kemarin terungkap bahwasanya kelapa sawit di Indonesia merupakan anugrah terbesar dari Tuhan untuk petani sawit," tutup Hotli.
Ada tiga point penting yang disepakati dalam MoU JMSI Riau dengan Apkasindo Riau, diantaranya meliputi peliputan atau publikasi kegiatan sektor perkebunan kelapa sawit petani swadaya di riau, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, serta penyelenggaraan usaha bersama yang saling menguntungkan antara JMSI dengan Apkasindo.
Sebagaimana diketahui, Provinsi riau memiliki 3,38 juta haktare luas perkebunan sawit atau, 20,68% dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Pada data lain disebutkan, luasan perkebunan kelapa sawit di Riau sudah mencapai 4 juta haktare.
"Provinsi riau merupakan penghasil minyak sawit terbesar di Indonesia bahkan dunia. 60 persen luasan kebun sawit di Provinsi Riau adalah milik petani swadaya," kata sekjen DPP APKASINDO DR Rino Afrino ST MM Rakerda JMSI Riau kemarin. **
Berita Terkait :
- Hadiri Roadshow Bus KPK, Asmar Ajak Masyarakat Berantas Korupsi 0
- Terpilih Secara Aklamasi, Delisis Hasanto Ditetapkan Jadi Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru0
- JMSI MoU Dengan APKASINDO, Bantu Petani Dari Kampaye Negatif Menyerang Sawit 0
- Minggu Kasih, Personel Polres Meranti Sambangi Jemaat dan Tokoh Agama Kristen di Gereja GPdI0
- Tiga Bacaleg PDI Perjuangan Sosialisasi Bersama Masyarakat Rasbar, Ganjes Siap Maju pilkada 20240
_Black11.png)









