- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
- Sukses Bangun Sinergi Daerah, Hotli Maruli Sirait Terima Penghargaan Khusus Bergengsi JMSI Award 202
- Pasca Kebakaran di PT Pulau Sambu di Guntung, Kapolsek Kateman: Sudah Kondusif, Tak Ada yang Perlu D
- Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menteri Agama atas Program Masjid Ramah Pemudik
- Bupati Siak Kritik Formula DBH Migas, Daerah Penghasil Dinilai Dirugikan
- Infrastruktur Rusak dan Kecelakaan Berulang, Warga Desak PT EPE Turut Bertanggung Jawab
- Pemkab Siak Nilai Formula DBH Migas Saat Ini Merugikan Daerah Penghasil
- Pemkab Siak Optimalkan Aset Daerah, Lahan Tidur Disulap Jadi Sentra Pangan
Kapolda Riau, Gubernur, dan Danrem Kompak Bacakan Deklarasi Jambore Karhutla 2025

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Gubernur Riau Abdul Wahid dan Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Sugiyono, membacakan Deklarasi Jambore Karhutla Provinsi Riau Tahun 2025, di Tahura, Sultan Syarif Kasim, Siak, Jumat (25/4).
Acara yang menjadi ajang konsolidasi sekaligus komitmen bersama dalam menjaga lingkungan ini dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan tokoh publik Rocky Gerung.
Kegiatan ini juga sebagai simbol kekompakan lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lancang Kuning.
Isi deklarasi tersebut memuat empat poin penting yang menjadi komitmen peserta jambore, pertama, nendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya pencegahan karhutla.
Kedua, lanjut Kapolda, menolak dan mengecam segala bentuk perusakan hutan dan lingkungan, serta siap melaporkan kepada pihak berwajib.
Ketiga, berjanji untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan karhutla dan pelestarian lingkungan.
“Berkomitmen menjaga tanah Melayu, Bumi Lancang Kuning, dari bahaya kebakaran dan kerusakan alam,” kata Kapolda.
Kapolda menjelaskan, jambore Karhutla 2025 juga menjadi ajang penguatan konsep Green Policing, pendekatan kepolisian yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tugas utama menjaga ketertiban sosial.
Konsep ini, jelas Kapolda dinilai sangat relevan, khususnya di Riau yang kerap menjadi sorotan karena ancaman deforestasi dan karhutla.
“Green policing adalah jawaban atas tantangan lingkungan yang semakin kompleks, baik secara global maupun lokal. Ini bukan hanya soal menindak, tetapi juga mengedukasi dan membangun kesadaran bersama,” ungkap Irjen Herry Heryawan.
Melalui deklarasi ini, Kapolda berharap semangat kolaborasi lintas sektor pemerintah, aparat, masyarakat, dan tokoh publik dapat menjadi kekuatan utama dalam menjaga Riau tetap hijau dan bermarwah.***Vol(Mcr/Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









