- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
- Bhabinkamtibmas Pengalihan Sambangi Pekarangan Warga Dukung Program Ketahanan Pangan
- Dari Akar Mangrove hingga Paket Sembako, Kapolres Farouk Oktora Tebar Cinta untuk Terusan Kempas
- Dari Lorong Petern ke Meja Dapur, Polsek Enok Kawal Cabai dan Jahe Merah Warga
- Polsek Enok Kolaborasi dengan Guru SMPN 2 Enok, Cabai di Desa Pegalihan Jadi Bukti Aksi Nyata
Kapolda Riau Perintahkan Propam Turun Periksa Kapolres Kampar
Spanduk Tuntut Kapolres Kampar Dicopot

Pekanbaru,VokalOnline.Com - Polda Riau langsung merespon sejumlah spanduk dari warga Muhammadiyah yang mendesak agar Kapolres Kampar dicopot dari jabatannya. Hal ini terkait arogansi dan kata-kata kasar Kapolres Kampar AKBP Ridho Purba terhadap guru, kepala desa dan warga lainnya di Kampar.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyatakan Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menjadikan hal tersebut sebagai atensi.
"Dan telah memerintahkan Kabid Propam untuk mendalami permasalahan," jelas Sunarto, Selasa siang (15/2/2022).
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar Almy Zarlis menyebut Kapolda Riau sudah menemui pengurus Muhammadiyah Kabupaten Kampar.
"Kapolda secara institusi minta maaf, beliau sedang memproses Kapolres di Propam," jelas Almy.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Riau meminta warga Muhammadiyah Kabupaten Kampar tidak melakukan aksi demonstrasi.
"Kami juga tidak demonstrasi, hanya memasang spanduk," kata Almy.
Almy juga meminta warga Muhammadiyah tidak berdemonstrasi karena Kapolda Riau merupakan orang baik dan harus dijaga.
"Intinya guru-guru jangan disinggung, bicarakan baik-baik, kami hanya meminta evaluasi, kemudian diganti," imbuh Almy. (syu)
Berita Terkait :
- Spanduk dan Baliho Minta Kapolres Kampar Dicopot Beredar di Bangkinang0
- PT Pertagas Ingkar Janji, Masyarakat Gelar Demo Tuntut Penyelesaian0
- Batasi Operasional Warnet, Diskominfotik Rohil Terbitkan Surat Edaran 0
- Pulau Rupat Ditetapkan Sebagai KSPN, Namun APBN Belum Masuk 0
- Penambangan Pasir Laut PT Logo Mas di Pulau Rupat Hilangkan Pulau-pulau Kecil0
_Black11.png)









