- Karmila Sari Dukung Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Percepat Pembangunan Daerah
- Indonesia dan Masa Depan Keamanan Kolektif Dunia Islam
- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
Kapolda Riau Perintahkan Propam Turun Periksa Kapolres Kampar
Spanduk Tuntut Kapolres Kampar Dicopot

Pekanbaru,VokalOnline.Com - Polda Riau langsung merespon sejumlah spanduk dari warga Muhammadiyah yang mendesak agar Kapolres Kampar dicopot dari jabatannya. Hal ini terkait arogansi dan kata-kata kasar Kapolres Kampar AKBP Ridho Purba terhadap guru, kepala desa dan warga lainnya di Kampar.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyatakan Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menjadikan hal tersebut sebagai atensi.
"Dan telah memerintahkan Kabid Propam untuk mendalami permasalahan," jelas Sunarto, Selasa siang (15/2/2022).
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar Almy Zarlis menyebut Kapolda Riau sudah menemui pengurus Muhammadiyah Kabupaten Kampar.
"Kapolda secara institusi minta maaf, beliau sedang memproses Kapolres di Propam," jelas Almy.
Dalam pertemuan itu, Kapolda Riau meminta warga Muhammadiyah Kabupaten Kampar tidak melakukan aksi demonstrasi.
"Kami juga tidak demonstrasi, hanya memasang spanduk," kata Almy.
Almy juga meminta warga Muhammadiyah tidak berdemonstrasi karena Kapolda Riau merupakan orang baik dan harus dijaga.
"Intinya guru-guru jangan disinggung, bicarakan baik-baik, kami hanya meminta evaluasi, kemudian diganti," imbuh Almy. (syu)
Berita Terkait :
- Spanduk dan Baliho Minta Kapolres Kampar Dicopot Beredar di Bangkinang0
- PT Pertagas Ingkar Janji, Masyarakat Gelar Demo Tuntut Penyelesaian0
- Batasi Operasional Warnet, Diskominfotik Rohil Terbitkan Surat Edaran 0
- Pulau Rupat Ditetapkan Sebagai KSPN, Namun APBN Belum Masuk 0
- Penambangan Pasir Laut PT Logo Mas di Pulau Rupat Hilangkan Pulau-pulau Kecil0
_Black11.png)









