- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Kapolri Minta Mahasiswa Waspada \'Penumpang Gelap\' Demo 11 April

Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar jajaran kepolisian dan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi mewaspadai kehadiran 'penumpang gelap' selama aksi berlangsung.
Listyo menuturkan pihak kepolisian bakal melakukan upaya penindakan hukum kepada segelintir kelompok yang mencoba memanfaatkan demonstrasi itu.
"Tapi terhadap kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kami proses," kata Listyo dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4). dilansir dari cnn indonesia.
Dia menuturkan aksi unjuk rasa tersebut harus dilakukan secara kondusif, aman dan damai. Pasalnya, Listyo menyinggung masa ibadah puasa selama bulan Ramadhan yang tengah dijalani umat Islam.
Selain itu, kata dia, tuntutan yang disampaikan para mahasiswa harus jelas terdengar kepada para pemangku kebijakan. Sehingga, tidak boleh ada 'penunggang gelap' yang mencederai aksi unjuk rasa tersebut. Menurut dia, mahasiswa tak ingin aksinya itu disusupi oleh pihak tak bertanggung jawab.
"Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama," tambah Listyo.
Jenderal bintang empat ini memastikan jajaran aparat kepolisian akan bertindak secara humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa itu.
Listyo berjanji Korps Bhayangkara tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Selain itu, mereka juga merujuk pada Undang-undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara yang mengatur soal kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4). Lokasi itu dipindahkan dari semula di depan kawasan Istana Negara.
Mahasiswa di bawah BEM SI akan menyampaikan empat tuntutan berkaitan dengan penolakan tegas masa jabatan Presiden untuk tiga periode dan penundaan pemilu. Hingga, sejumlah tuntutan lain yang dilontarkan mahasiswa namun belum terjawab.**vol/jn
Berita Terkait :
- Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa 11 April di Depan DPR0
- Demo Hari Ini, Berikut Skema Pengalihan Arus di Pekanbaru0
- Kapolri Perintahkan Kawan Demo 11 Aoril Dengan Humanis0
- Polda Riau Kerahkan Ribuan Personel Kawal Demonstrasi Mahasiwa di DPRD0
- Soal Safari Ramadhan Gubri, Dheni Kurnia: Kalau Tak Ngerti, Tidak Usah Komentar! 0
_Black11.png)









