- Pelatihan Jurnalistik Digital, Koneksi Tingkatkan Kompetensi di Era Media Digital
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Resmi Dibuka, 1.050 Karateka Siap Bertanding
- Karmila Sari Buka Pelatihan Massal Kuliner, UMKM Diminta Terus Berinovasi
- BPP KAPMI Resmikan Kantor Baru di Menteng, Kukuhkan Tiga Tokoh Nasional sebagai Pembina
- Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, PT PAS Mitra Agrinas Perbaiki Jalan Desa
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Perebutkan Piala Plt Gubernur, Dibuka Sabtu Besok
- Hendry Munief Dorong RUU Kawasan Industri Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM
- Rekor Berlanjut: MAN 1 Pekanbaru Jadi Penyumbang Peserta OSN Nasional Terbanyak dari Riau
- Pemko Pekanbaru Perjuangkan Hibah Aset Pemerintah Pusat Jadi Barang Milik Daerah
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Siap Digelar, Wasit dan Juri Ikuti Briefing
Kapolri Minta Mahasiswa Waspada \'Penumpang Gelap\' Demo 11 April

Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, VokalOnline.Com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar jajaran kepolisian dan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi mewaspadai kehadiran 'penumpang gelap' selama aksi berlangsung.
Listyo menuturkan pihak kepolisian bakal melakukan upaya penindakan hukum kepada segelintir kelompok yang mencoba memanfaatkan demonstrasi itu.
"Tapi terhadap kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kami proses," kata Listyo dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4). dilansir dari cnn indonesia.
Dia menuturkan aksi unjuk rasa tersebut harus dilakukan secara kondusif, aman dan damai. Pasalnya, Listyo menyinggung masa ibadah puasa selama bulan Ramadhan yang tengah dijalani umat Islam.
Selain itu, kata dia, tuntutan yang disampaikan para mahasiswa harus jelas terdengar kepada para pemangku kebijakan. Sehingga, tidak boleh ada 'penunggang gelap' yang mencederai aksi unjuk rasa tersebut. Menurut dia, mahasiswa tak ingin aksinya itu disusupi oleh pihak tak bertanggung jawab.
"Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama," tambah Listyo.
Jenderal bintang empat ini memastikan jajaran aparat kepolisian akan bertindak secara humanis dalam mengamankan aksi unjuk rasa itu.
Listyo berjanji Korps Bhayangkara tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Selain itu, mereka juga merujuk pada Undang-undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara yang mengatur soal kebebasan berpendapat dan berekspresi.
Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI pada Senin (11/4). Lokasi itu dipindahkan dari semula di depan kawasan Istana Negara.
Mahasiswa di bawah BEM SI akan menyampaikan empat tuntutan berkaitan dengan penolakan tegas masa jabatan Presiden untuk tiga periode dan penundaan pemilu. Hingga, sejumlah tuntutan lain yang dilontarkan mahasiswa namun belum terjawab.**vol/jn
Berita Terkait :
- Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa 11 April di Depan DPR0
- Demo Hari Ini, Berikut Skema Pengalihan Arus di Pekanbaru0
- Kapolri Perintahkan Kawan Demo 11 Aoril Dengan Humanis0
- Polda Riau Kerahkan Ribuan Personel Kawal Demonstrasi Mahasiwa di DPRD0
- Soal Safari Ramadhan Gubri, Dheni Kurnia: Kalau Tak Ngerti, Tidak Usah Komentar! 0
_Black11.png)









