Breaking News
- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
Kapolri Perintahkan Kawan Demo 11 Aoril Dengan Humanis

Jakarta, VokalOnline.Com
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh
jajarannya untuk mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa
pada 11 April 2022, dengan mengedepankan pendekatan humanis.
Hal
itu diinstruksikan Kapolri saat menggelar video conference bersama
seluruh jajaran baik dari tingkat Mabes Polri Polda dan Polres jajaran.
"Polri
memberikan dan menjamin setiap warga negara untuk untuk menyampaikan
aspirasinya atau memberikan ruang demokrasi. Oleh karena itu, pendekatan
humanis harus terus dilaksanakan dalam mengawal aksi demonstrasi," kata
Sigit dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Minggu
(10/4).
Sigit memastikan, Polri memiliki
komitmen dalam rangka menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai demokrasi di
Indonesia. Dalam hal ini, kata Sigit, Korps Bhayangkara berpegang teguh
pada dalam UUD 1945 maupun Undang-Undang (UU) soal kebebasan
berpendapat dan berekspresi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia
sehingga diberikan perlindungan secara universal.
Disisi
lain, Sigit juga menegaskan, aparat kepolisian tetap akan menjalankan
tugasnya dalam memberikan jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas). Sebab itu, Sigit berharap, demonstrasi 11 April besok, juga
diharapkan mampu menghormati dan menjaga kesucian serta kekhusyukan
umat Islam yang sedang menjalani Ibadah Puasa Ramadhan.
"Sebab
itu, humanis harus terus dilaksanakan. Apalagi, karena saat ini bulan
Ramadhan, kesucian dan kekhusyuan bagi umat muslim yang sedang menjalani
puasa tetap harus kita perhatikan," ujar Sigit.
Demi
semakin menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif, aman dan
damai dalam demonstrasi di bulan Ramadhan, Sigit mengimbau, baik ke
kepolisian maupun peserta aksi untuk sama-sama mengantisipasi adanya
penumpang gelap atau oknum yang berusaha menunggangi demonstrasi
tersebut.
Menurut Sigit, dengan adanya
antisipasi penumpang gelap dari pihak kepolisian dan peserta aksi, maka
aspirasi yang disampaikan bisa berjalan dan tersalurkan dengan baik
tanpa adanya noise atau sumbatan komunikasi.
Dengan
tidaknya adanya noise tersebut, Sigit meyakini aspirasi yang
disampaikan mahasiswa dan masyarakat bisa diterima dengan baik dan
ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Sebagai kaum intelektual,
Sigit juga meyakini bahwa, mahasiswa juga tidak ingin dan berharap
aksinya disusupi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
"Sehingga
penyampaian pesan ini betul-betul tersampaikan dengan jernih tidak ada
noise. Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan,
mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan
tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi
tanggung jawab kita bersama," papar Sigit.
Terkait
penumpang gelap atau oknum yang berusaha menciderai aspirasi mahasiswa
dan masyarakat, Sigit menyatakan bahwa, kepolisian akan memberikan
tindakan tegas kepada siapapun pihak yang mencoba memanfaatkan
demonstrasi tersebut demi mengambil keuntungan untuk kepentingan
segelintir kelompok.
"Tapi terhadap
kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan
untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal
yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik
sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kita proses.
Karena Polri ingin gerakan mahasiswa betul-betul berjalan aman, tertib
dan aspirasinya tersampaikan," kata Sigit.
"Sekali
lagi saya imbau, mari bersama-sama kita jaga kesucian bulan Ramadhan.
Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Semoga saudara-saudara kita
umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan lancar
hingga akhir," tutup Sigit.***
Berita Terkait :
- Polda Riau Kerahkan Ribuan Personel Kawal Demonstrasi Mahasiwa di DPRD0
- Soal Safari Ramadhan Gubri, Dheni Kurnia: Kalau Tak Ngerti, Tidak Usah Komentar! 0
- Polisi Buka Kemungkinan Cari Lagi Penyebar Video Dea Onlyfans0
- KPK Dalami TPPU Rahmat Effendi untuk Pembangunan Glamping0
- MA Tolak Kasasi Jaksa, Tiga Nelayan Pulau Pari Bebas0
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
_Black11.png)









