Kasus Varian Omicron Terdetaksi di Pekanbaru
Enam Kelurahan Zona Merah Covid-19

Publisher Vol/Syu Riau
09 Feb 2022, 15:00:32 WIB
Kasus Varian Omicron Terdetaksi di Pekanbaru

Konferensi pers oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi saat mengecek kesiapan oksigen di Asrama Haji Riau. IST


PEKANBARU (VOKALONLINE.COM) - Konfirmasi Covid-19 di Riau, khususnya di Pekanbaru, terus naik. Lonjakan sejak beberapa pekan terakhir membuat enam kelurahan di ibu kota Provinsi Riau ini berada pada zona merah.

Enam kelurahan zona merah Covid-19 di Riau itu adalah Kelurahan Tampan, Delima, Rejo Sari, Sidomulyo Timur, Air Hitam, dan Labuh Baru Timur. Selain itu, ada 15 kelurahan yang masuk ke dalam zona oranye atau resiko penularan sedang.

Sementara itu, 40 kelurahan berada pada zona kuning dengan resiko rendah, dan 22 kelurahan lainnya berada pada zona hijau atau tidak terdampak.

Tren kenaikan Covid-19 di Pekanbaru ini berbanding lurus dengan kenaikan kasus di Indonesia. Di mana diperkirakan pada Februari dan Maret 2022 ini akan menjadi puncak kenaikan kasus tersebut.

Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus sudah menerima arahan dari Presiden Joko Widodo terkait peningkatan kasus di Indonesia. Arahan ini disampaikan Presiden saat melakukan video conference bersama kepala daerah.

"Waspada, Waspada, waspada, Presiden juga menginstruksikan pada Kapolres, dandim dan semuanya untuk mempercepat vaksinasi," kata Firdaus.

Firdaus menjelaskan, ada 10 provinsi dan 10 kota di Indonesia yang menjadi perhatian Presiden Jokowi karena lonjakan Covid-19, termasuk Pekanbaru.

"Oleh sebab itu vaksinasi dan prokes itulah strategi, itu diingatkan semua, " imbuhnya.

Sepekan terakhir, di Pekanbaru ada 300 kasus aktif. Paling banyak berasal dari kluster keluarga, dari luar kota dan tengah dilakukan pelacakan kontak oleh petugas.

"Pelacakannya satu banding 14, kalau kluster keluarga tidak bisa melacak banyak," urainya.

Selain pelacakan, vaksinasi dan protokol kesehatan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga melakukan tes acak di pintu kedatangan penumpang. Ini mengingat tingginya intensitas penerbangan dari Jakarta ke Pekanbaru.

"Dua hari lalu diambil sampel acak dari penerbangan yang masuk 10 persen, ditemukan yang reaktif dan positif," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldi mengatakan, saat ini terdeteksi satu kasus Covid-19 varian Omicron di Pekanbaru. Warga terkonfirmasi berasal dari Jakarta yang bener di salah satu perusahaan.

"Dari jakarta Selatan ke Pekanbaru mau bekerja di salah satu perusahaan," dr Zaini.

Kepastian satu kasus positif Omicron ini diketahui pada Jumat, 4 Februari 2022. Hal ini berdasarkan pemeriksaan sampel yang dikirim ke Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Sejauh ini, sudah ada 132 sampel diduga omicron dikirim ke Jakarta. Tujuannya memastikan apakah probabel omicron memang benar dinyatakan positif omicron.

Terkait naiknya kasus dalam sepekan terakhir, Zaini menyebut paling banyak berasal dari kluster keluarga.

Sebagai antisipasi, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah melakukan rapid tes random di pintu masuk bandara, terminal dan pelabuhan. (syu)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment