- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit

Warga Gaza berlindung di bangunan sekolah karena bombardir Israel yang tak henti. Foto: REUTERS/MOHAMMED SALEM
Jakarta, VokalOnline.Com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut rencana penyaluran bantuan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Indonesia ke Jalur Gaza sulit dilakukan, lantaran warga Gaza sendiri susah untuk keluar dari wilayah tersebut.
"Persoalannya sekarang banyak bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang ingin diteruskan ke Jalur Gaza. Persoalannya bukan di pemerintah Indonesia, tapi persoalannya adalah situasi di lapangan. Untuk keluar saja susah apalagi masuk," kata juru bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam press briefing di Kemlu RI, Jumat (13/10).
Iqbal menjelaskan dalam situasi konflik seperti itu, yang bisa bergerak hanyalah Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
ICRC adalah organisasi internasional yang bertujuan menjamin perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC bergerak di bawah hukum perikemanusiaan/humaniter internasional.
"Dalam hukum humaniter, yang bisa bergerak dalam situasi konflik hanya Palang Merah Internasional. Jadi yang paling punya potensi untuk bangun humanitarian corridor itu ICRC. Itu sebabnya Menlu (Retno Marsudi) menghubungi ICRC, sangat di awal konflik menghubungi ICRC dan minta fokusnya ke humanitarian corridor," ujarnya.
Iqbal menuturkan RI sudah mengeluarkan peringatan perjalanan yang berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk ormas maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dengan demikian, ormas dan LSM semestinya menaati peringatan yang dirilis resmi demi keamanan masyarakat RI sendiri tersebut.
Sejak perang pecah antara Israel dan Hamas Palestina pada 7 Oktober lalu, Kemlu RI mengimbau WNI yang sudah memiliki rencana perjalanan ke wilayah Palestina dan Israel untuk membatalkannya dalam waktu dekat.
Kemlu juga meminta agar WNI di Palestina dan Israel segera meninggalkan kedua wilayah tersebut demi keselamatan mereka.
"Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, pemerintah RI mengimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut," demikian keterangan Kemlu RI, Selasa (10/10).
Imbauan ini dirilis menyusul perang antara Israel dan Hamas Palestina yang telah menewaskan ribuan orang dari kedua belah pihak.(fit)**
Berita Terkait :
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
- Menjemput 3000 Kuota Studi di Jerman tiap tahun, Gubernur Riau digoreng Isu Karhutla0
- JMSI Jalin Kerjasama Bersama Organisasi Wartawan Cina RRC dan ACJA Perkuat Hubungan Negara0
- JMSI Hadiri Belt and Road Journalists Forum 2023 di Beijing, Ini Kata Teguh Santosa0
_Black11.png)









