- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Kemlu RI Akui Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Masih Sulit

Warga Gaza berlindung di bangunan sekolah karena bombardir Israel yang tak henti. Foto: REUTERS/MOHAMMED SALEM
Jakarta, VokalOnline.Com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut rencana penyaluran bantuan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Indonesia ke Jalur Gaza sulit dilakukan, lantaran warga Gaza sendiri susah untuk keluar dari wilayah tersebut.
"Persoalannya sekarang banyak bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang ingin diteruskan ke Jalur Gaza. Persoalannya bukan di pemerintah Indonesia, tapi persoalannya adalah situasi di lapangan. Untuk keluar saja susah apalagi masuk," kata juru bicara Kemlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam press briefing di Kemlu RI, Jumat (13/10).
Iqbal menjelaskan dalam situasi konflik seperti itu, yang bisa bergerak hanyalah Komite Internasional Palang Merah (ICRC).
ICRC adalah organisasi internasional yang bertujuan menjamin perlindungan dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik bersenjata dan situasi kekerasan lain. ICRC bergerak di bawah hukum perikemanusiaan/humaniter internasional.
"Dalam hukum humaniter, yang bisa bergerak dalam situasi konflik hanya Palang Merah Internasional. Jadi yang paling punya potensi untuk bangun humanitarian corridor itu ICRC. Itu sebabnya Menlu (Retno Marsudi) menghubungi ICRC, sangat di awal konflik menghubungi ICRC dan minta fokusnya ke humanitarian corridor," ujarnya.
Iqbal menuturkan RI sudah mengeluarkan peringatan perjalanan yang berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk ormas maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dengan demikian, ormas dan LSM semestinya menaati peringatan yang dirilis resmi demi keamanan masyarakat RI sendiri tersebut.
Sejak perang pecah antara Israel dan Hamas Palestina pada 7 Oktober lalu, Kemlu RI mengimbau WNI yang sudah memiliki rencana perjalanan ke wilayah Palestina dan Israel untuk membatalkannya dalam waktu dekat.
Kemlu juga meminta agar WNI di Palestina dan Israel segera meninggalkan kedua wilayah tersebut demi keselamatan mereka.
"Menimbang situasi keamanan terakhir dan demi keselamatan para WNI, pemerintah RI mengimbau agar WNI yang berada di wilayah Palestina maupun Israel segera meninggalkan wilayah tersebut," demikian keterangan Kemlu RI, Selasa (10/10).
Imbauan ini dirilis menyusul perang antara Israel dan Hamas Palestina yang telah menewaskan ribuan orang dari kedua belah pihak.(fit)**
Berita Terkait :
- Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia0
- Ultimatum Israel 6 Jam Buat Warga Gaza Mengungsi Sudah Selesai0
- Menjemput 3000 Kuota Studi di Jerman tiap tahun, Gubernur Riau digoreng Isu Karhutla0
- JMSI Jalin Kerjasama Bersama Organisasi Wartawan Cina RRC dan ACJA Perkuat Hubungan Negara0
- JMSI Hadiri Belt and Road Journalists Forum 2023 di Beijing, Ini Kata Teguh Santosa0
_Black11.png)









