- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Kisah Kasih Bhayangkara ke-80 di Aula Polres Inhil

TEMBILAHAN – Senin, 22 Juni 2026. Pagi itu Aula Rekonfu Polres Indragiri Hilir tak lagi sekadar ruang rapat. Dindingnya mendengar doa, kursinya menampung harap, dan lantainya dipijak langkah-langkah penuh kepedulian. Di sanalah Polres Inhil merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan cara yang paling manusiawi: menyentuh nadi warga melalui "Bakti Kesehatan Polri" bertema "Polri untuk Masyarakat".
Acara dibuka langsung oleh AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K, Kapolres Inhil. Di sampingnya duduk Ny. Andini Farouk dari Bhayangkari, Ns. Matzen, SKM., http://M.Si., M.Kes dari Dinkes Inhil, dan dr. Saud Pakpahan dari PMI. Tapi pagi itu, tak ada sekat antara pejabat dan rakyat. Semua larut dalam satu irama: mengabdi.
Setelah doa dipanjatkan dan sambutan disampaikan, Aula Rekonfu berubah jadi ruang kasih. Meja donor darah dipenuhi 73 warga yang rela mendonorkan setetes nyawa untuk sesama. Di ruang sebelah, 9 anak menahan air mata saat disunat massal, ditemani senyum anggota Bhayangkari yang menguatkan. Di sudut lain, 65 warga duduk antri untuk cek kesehatan gratis, dan 8 ibu dengan berani menjalani pemeriksaan HPV DNA demi keluarga.
AKBP Farouk Oktora berdiri di tengah keramaian itu. Suaranya tak lantang, tapi pesannya menembus hati: “Kegiatan bakti kesehatan merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan yang bermanfaat secara langsung.”
Ia berharap, kegiatan ini jadi jawaban bagi warga yang selama ini menahan sakit. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir,” ucapnya tulus.
Bagi Polres Inhil, Bhayangkara ke-80 bukan hanya tentang upacara. Bhayangkara adalah jarum suntik yang menyelamatkan, pisau sunat yang membawa keberanian, dan stetoskop yang mendengar keluh kesah. Melalui kegiatan ini, Polri ingin membuktikan: kami hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk dirasakan.
Antusiasme warga jadi buktinya. Dari Polri, TNI, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat umum, semua bergandengan tangan. Tak ada yang merasa asing. Karena di Aula Rekonfu pagi itu, semua sama-sama manusia yang ingin saling menguatkan.
Setiap kantong darah yang terkumpul adalah janji kehidupan baru. Setiap anak yang disunat adalah masa depan yang lebih sehat. Setiap tekanan darah yang dicek adalah harapan agar Inhil lebih kuat. Angka 65, 8, 9, dan 73 bukan sekadar data, tapi kumpulan kisah tentang cinta.
Pukul 11.00 WIB acara berakhir. Aula kembali hening. Tapi kehangatannya tertinggal lama. Polres Inhil telah menorehkan bukti: di Hari Bhayangkara ke-80, mereka hadir, mereka mendengar, mereka mengobati. Sesuai janji yang selalu mereka genggam, “Polri untuk Masyarakat”.(*)
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)








