KM Dharma Lastarsya I Dibakar Massa,Diduga Pakaj Pukat Trawl Di Perairan Panipahan

Publisher Syafira Lacitra Amanda Daerah
05 Nov 2022, 17:36:30 WIB
KM Dharma Lastarsya I Dibakar Massa,Diduga Pakaj Pukat Trawl Di Perairan Panipahan

Rohil, VokalOnline.Com - Hingga Sabtu, (5/11/2022) hari ini, masyarakat Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas masih hangat menceritakan amuk massa nelayan yang membakar KM Dharma Lastarsya I dengan GT 89 dengan Nomor : 2184/Ppa pada,Kamis (3/11/2022) sore lalu di perairan Panipahan Rokan Hilir.

Amuk massa berpunca saat dimana KM Dharma Lastarsya I berada di posisi N : 2'30.890 dan E : 100' 26.550 di pesisir pantai Panipahan konon menangkap ikan dengan alat tangkap pukat tarik.

Kapal naas ini di duga menangkap ikan mempergunakan pukat trwal alias pukat harimau sehingga membuat nelayan tenpayan sulit mendapatkan ikan saat menjaring di laut.

Data di dari berbagai sumber di Panipahan,Sabtu (5/11/2022) menyebutkan sebelum aksi main bakar ,kapal ikan ini awalnya di datangi seseorang membawa ember meminta ikan ke ABK kapal ini,lalu pergi.

Tak lama setelah pergi,kapal di datangi 40 orang massa memggunajan 6 unit kapal ikan merapat di Kapal Dharma Lastarsya I tersebut.

Entah siapa yang mengunandoinya, terjadilah pembakaran kapal ikan asal Sumut yang di nakodai Angguan (54) warga Titimas Rengas Pulau Medan dengan 10 ABK ini.

Kapolres Rohil,AKBP Ardian Pramudianto melalui Kapolsek Panipahan AKP Heppy ditemui Jumat (4/11/2022) kemaren membenarkan adanya peristiwa di bakarnya satu unit kapal nelayan asal Sumut ini.

" Tidak ada korban jiwa sisa kapal yang di bakar massa ini di bawa ke Satuan Polair di Bagansiapiapi, " Aku AKP Heppy saat di konfirmasi di Bagansiapiapi,Jumat (4/11/2022) kemaren.

Pembakaran kapal ikan KM Dharma Lastarsya I ini mengakibatkan pemiliknya mentalami kerugian sekitar 3 Milyar lebih.

Nakoda kapal,Angguan (54) dan ABK sudah dimintai keterangan oleh pihak berwajib guna mengetahui latar belakang aksi massa nelayan tersebut.

Main bakar terhadap kapal ikan asal Sumut yang diduga mempergunakan pukat trawl sudah beberapa kali terjadi di perairan Panipahan Rokan Hilir.

Aksi pembakaran diduga dilatar belakangi kekecewaan nelayan marak dan bebasnya beroperasi kapal ikan mempergunakan pukat trawl alias pukat harimau. (HY)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment