- Rektor UMRI Saidul Amin Terima JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership
- DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026
- Bupati Bengkalis Menyambut Kedatangan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Pekanbaru
- Dr. Maxaxai Indra Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin APHTN-HAN Riau Periode 2026–2031
- Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah Diri
- JMSI Riau Award 2026, Agung Nugroho Masuk Jajaran Tokoh Penerima Penghargaan
- Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja Sebagai Anggota DPR RI
- Agung Nugroho dan Suhardiman Amby Dipastikan Terima JMSI Riau Award 2026
- Dua Siswa MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional 2026
- IPTU Andi Purba: Jagung Rambaian Bukti Asta Cita Tumbuh dari Tanah Warga
Komnas HAM Upayakan Dialog Damai Pemerintah dan OPM Tahun Ini
.jpg)
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi lapangan bola Irai di Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, Minggu, 27 Oktober 2019. Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris .
Jakarta, VokalOnline.Com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menargetkan dialog damai antara pemerintahan dan warga asli Papua, termasuk dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bisa diselenggarakan pada tahun ini.
"Harapannya tahun ini sudah dimulai tahap awalnya dari pemerintah, OPM, tokoh masyarakat, tokoh gereja, tokoh adat, sudah mulai bisa duduk," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik saat ditemui, Rabu (10/3). dilansir dari cnn indonesia.
Taufan mengatakan Komnas HAM saat ini masih mencoba mengajak semua pihak untuk mendiskusikan hal-hal yang perlu disepakati terkait pelaksanaan dialog damai. Jika semua pihak sudah sepakat, maka dalog damai akan segera dilaksanakan.
"Yang penting semua pihak kita ajak diskusi, oke, ada platform yang mereka tawarkan apa lalu nanti kita minta platform ini bisa nggak mau nggak dia, kalau oke, maka kita duduk bersama," ucapnya. Ia mengakui bahwa upaya untuk dialog damai akan memakan waktu cukup panjang. Sebab, dipengaruhi oleh situasi sosial sampai politik. Namun, menurutnya, hal itu tidak perlu dijadikan hambatan, cukup dijalani.
"Tapi kita akan melakukan dan Minggu depan kita akan berangkat, inisiasinya. Kan prosesnya panjang," ujar dia.
Taufan menuturkan, dialog damai di Papua nantinya akan sedikit berbeda dengan yang pernah dilakukan di Aceh. Ia menyebut, dialog damai Pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dimediasi oleh NGO asal Finlandia yaitu Crisis Management Initatiative. Sementara, dialog damai di Papua rencananya akan dimediasi langsung oleh Komnas HAM.
Taufan mengklaim hal itu dipilih lantaran masih banyak orang Papua yang percaya dengan lembaga di dalam negeri. Sehingga, mereka bersedia dimediasi oleh Komnas HAM.
"Seperti peristiwa Aceh, tapi kalau Aceh ada pihak ketiga dari luar kalau ini Komnas yang mengambil posisi," kata dia
"Meskipun ini lembaga negara, istilahnya Indonesia, mereka masih sangat menghormati. Tim kita di sana sering bertemu dan saling kontak. Dan mereka bersedia kalau difasilitasi Komnas mereka katakan bersedia," imbuhnya.
Sebelumnya, Komnas HAM mengaku akan menginisiasi dialog damai anatara pemerintah dan OPM. Sejumlah pihak diklaim sudah setuju, termasuk Presiden Joko Widodo.**vol/jn
Berita Terkait :
- Kemenkes Klaim Tersisa 9 Provinsi Masih Alami Kenaikan Kasus Covid-190
- Bareskrim Sita Aset Senilai Rp1,5 T dari Kasus Investasi Bodong0
- Arab Saudi Tertarik Kerjasama Proyek Bangun IKN0
- Dua Personel Brimob Polda Riau Raih Penghargaan FPU 3 MINUSCA0
- Jokowi Optimis Ekspor Mobil Pelabuhan Patimban Terus Meningkat0
_Black11.png)









