- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
KPK Geledah Rumah Pribadi Bupati dan Kepala BPKAD Meranti Pasca Penahanan

Meranti, VokalOnline.Com - Sejumlah Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan pasca penetapan Muhammad Adil sebagai tersangka. Kali ini giliran Rumah Pribadi Bupati Kepulauan Meranti Non Aktif, H. Muhammad Adil yang beralamat di Jalan Alahair, Selatpanjang dan rumah pribadi Kepala BPKAD Fitria Nengsih di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.
Dari informasi di Lapangan , Selasa (11/4/2023) penggeledahan mulai dilaksanakan sekira pukul 09.30 WIB, mereka dibagi dua tim secara terpisah. Satu tim menuju Rumah Pribadi Bupati Non Aktif, H. Muhammad Adil. Sementara satu tim lainnya menuju ke Rumah Pribadi Kepala BPKAD, Fitria Nengsih yang saat ini juga berstatus tersangka oleh KPK.
Dalam operasi lanjutan tersebut, Tim Satgas KPK juga memanggil sejumlah saksi untuk ikut serta mendampingi penggeledahan yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian setempat.
Dari pantauan Media ini di kediaman pribadi milik Kepala BPKAD, Fitria Nengsih, penggeledahan yang berlangsung lebih dari satu jam itu tampak senyap, namun aparat kepolisian setempat tetap berjaga-jaga di luar rumah yang digeledah tersebut.
Bangunan dengan cat bewarna crime kombinasi plafon kayu bewarna merah dan coklat itu tampak seperti tak berpenghuni, selain terlihat sepi, pintu pagar yang terbuat dari kayu kombinasi kawat bewarna hijau itu pun sebelah pintunya sudah mulai lepas dan jatuh ke bawah.
Hingga pukul 11.50 Tim Satgas masih melakukan penggeledahan di Rumah Pribadi Kepala BPKAD, Fitria Nengsih. Penggeladahan juga didampingi pihak RT dan RW setempat.
Sebelumnya, Senin (10/4/2023) lembaga anti rasuah itu telah melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Bupati Kepulauan Meranti Non Aktif, H. Muhammad Adil dan Rumah Dinas Kepala BPKAD Fitria Nengsih, Jalan Dorak, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Bambang Suprianto membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Untuk memperlancar proses penggeledahan, pihaknya telah memerintahkan jajaran Satpol PP untuk melakukan pendampingan pengamanan.
"Iya benar. Dimulai tadi pembukaan penyegelan dan penggeledahan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Muhammad Adil terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK bersama puluhan pejabat lainnya. Ia diduga telah menerima suap pengadaan jasa umrah dan pemotongan Uang Persediaan (UP) dan Uang Ganti Persediaan (GU) di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
Selain Adil, KPK juga menahan dan menetapkan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepulauan Meranti, Fitria Nengsih dan Ketua Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Riau M Fahmi Aressa.(Bom).
Berita Terkait :
- Barang Bredar Bebas Kadarluarsa Malah Kebijakan Penindakan di Provinsi Riau0
- Danramil Bersama Disprindag Pantau Langsung Kebutuhan Bahan Pokok Jelang Lebaran0
- Sobat Si Dul Polsek Rangsang Bantu Balita Stunting di Tanah Merah0
- Bupati Meranti H Asmar Sidak Ke Pelabuhan Bersama Porkompimda0
- H. Asmar Hadiri Penyampaian Pandangan Fraksi DPRD Meranti0
_Black11.png)









