- Dari Desa untuk Negeri, Polsek Kelayang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Sambang Petani
- Bibit Sampai ke Panen, IPTU Andi Purba Kawal Jagung Teluk Sungka Bersama Warga
- Cabe Sungai Iliran Disambangi Aipda Andromik, Produktivitas Warga Jadi Fokus Polsek GAS
- Bhabinkamtibmas Desa Sungai Pasir Putih Tinjau Kesehatan dan Produktivitas Ternak Sapi Warga
- Dari Bibit ke Panen, Bhabinkamtibmas Tanjung Harapan Gasskan Program Cabe dan Selada
- Briptu Pirima Kawal Jeruk Kuala Gaung, Polsek GAS Pastikan Ketahanan Pangan Tumbuh Subur
- Pemkab Kuansing Undang Qari Internasional di Pembukaan MTQ Riau
- Sekretaris Dinas Kominfo Kuansing, Apresiasi Respons Komunikasi Antara TVRI dan Pemkab Terjalin Baik
- Jelang MTQ ke-44 Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Perbaiki Lampu Penerangan Jalan
- Pawai Budaya dan Islami Jadi Andalan Kuansing Sambut MTQ Riau ke 44 Libatkan 4 Ribu Unsur Masyarakat
LG Electronics Masuki Bisnis Pengisian Daya Kendaraan Listrik

Jakarta, VokalOnline.Com - LG Electronics Co. telah mengakuisisi produsen pengisi daya kendaraan listrik di Korea Selatan untuk masuk ke bisnis solusi pengisian daya kendaraan listrik di tengah dorongan elektrifikasi global.
LG Electronics mengakuisisi 60 persen saham AppleMango Co dengan nilai tidak disebutkan secara spesifik, sedangkan GS Energy Corp. dan GS Neotek masing-masing mengambil alih 34 persen dan 6 persen saham di perusahaan itu untuk mengamankan mesin pertumbuhan baru, kata perusahaan, dikutip Yonhap, Senin.
LG mengatakan pihaknya berencana untuk membangun jalur produksi pengisian daya kendaraan listrik di LG Digital Park di Pyeongtaek, sekitar 60 kilometer selatan Seoul, dalam tahun ini.
Dengan akuisisi tersebut, LG bertujuan untuk memperkuat portofolio bisnisnya bersama dengan bisnis elektronik otomotif yang ada di era kendaraan listrik, kata pernyataan itu.
AppleMango, didirikan pada tahun 2019, memiliki teknologi canggih dalam pembuatan pengisi daya yang lambat dan cepat, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun komersial.
Pasar solusi pengisian daya kendaraan listrik dunia diperkirakan akan tumbuh menjadi 410 triliun won (316 miliar dollar AS) pada 2030 karena pembuat mobil dengan cepat mengadopsi kendaraan bertenaga baterai dalam jajaran produk mereka di tengah peraturan emisi yang lebih ketat. **Fira
Berita Terkait :
- Kemarin, Transaksi Digital Naik Hingga Penundaan Pajak Karbon0
- Twitter Uji Coba Fitur Notes, Bisa Cuit Lebih Dari 280 Karakter0
- Raksasa Teknologi Bentuk Forum Metaverse0
- Instagram Perpanjang Durasi Reels0
- 25 Agustus 2022, Ini Enam Daerah Di Sumut Akan Berhentikan Siaran TV Analog0
_Black11.png)









