- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Mahasiswa Kabupaten Kampar Soraki Wakil Ketua DPRD

Ratusan Massa Aksi Geruduk Kantor DPRD Kampar penolakan Kenaikan BBM
BANGKINANG KOTA,VokalOnline.Com-Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM dan kenaikan harga komoditi.
Mahasiswa mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kampar dan menerobos pintu masuk kantor DPRD. Kedatangan mahasiswa tersebut disambut Wakil Ketua DPRD Kampar Fahmil SE, Senin (5/9/2022).
Kondisi memanas ketika Wakil Ketua DPRD Fahmil,SE tidak bisa mengambil kebijakan, karena mahasiswa meminta sikap dari DPRD Kabupaten Kampar tentang menolak kenaikan harga BBM dan kenaikan harga komoditi.
Dalam audiensi, Fahmil, SE mengatakan "saya tidak bisa mengambil keputusan, karena harus rapat paripurna dulu dan dihadiri oleh 45 Anggota DPRD Kabupaten Kampar lainnya".Ujarnya.
Mendengar ucapan terbut, Ketua GPPI Komisariat Kampus Pahlawan M. Alif Fadilah menyoraki dan diikuti oleh seluruh massa aksi sambil menggebrak meja "Jika bapak tidak bisa menentukan sikap DPRD Kampar tentang penolakan kenaikan BBM dan kenaikan harga komoditi, tidak usah berbicara banyak, berarti DPRD Kampar mandul dan lebih baik kita bubar.
"Tidak berselang lama, mahasiswa membubarkan audiensi karena menganggap audiensi dengan Wakil Ketua DPRD tidak ada hasil dan tidak ada sikap DPRD Kampar yang bisa diputuskan oleh Wakil Ketua.***Vol3.
Berita Terkait :
- Jemput Bola Disdukcapil, Pengurusan Adminduk di Kecamatan Tapung0
- Keluhan Masyarakat Desa Sawah Baru Sudah Terwujud, Penggantian Trafo dan Peningkatan Daya Listrik 0
- Akses Jalan Linta Pasar Kampar Parah, Perangkat Dusun Pinatan Desa Pasar Kampar Goro Tibun jalan0
- Tim Futsal IWO Kampar Berhasil Raih Runner-up di Pelalawan0
- Peternak Gunung Bungsu Mengalami Kerugian, Eva Yuliana SE, Perlu Disikapi Dengan Serius0
_Black11.png)









