- Sindikat Narkoba Lintas Negara Dibekuk di Meranti, Polda Riau Sita 27 Kg Sabu
- Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Tekankan Pentingnya Sinergi di ASWAKADA 2026
- Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
- Pertandingan Tinju Menambah Semarak Hari Jadi Kota Dumai ke 27
- Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri
- KNARA Gelar Rapat Akbar di Inhu, Konflik HTI dan HGU Jadi Perhatian
- Bupati Asmar Minta JCH Meranti Doakan Kebaikan untuk Daerah
- Kejari Meranti Kembali Galakkan Jaksa Masuk Sekolah Ajak Siswa Sadar Dengan Hukum
- Saat Wisuda Sekolah Wirausaha Aisyiyah Riau, Hendry Munief Sebut Perempuan Berpotensi Gerakkan UMKM
- Dumai Expo 2026: Promosi Daerah Bangkitkan Ekonomi dan Pariwisata
Mahasiswa Polbeng Sebagai Agent Of Change

Bengkalis, VokalOnline.Com - Sebenarnya kita sebagai masyarakat dan Pemerintah Desa harus bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang punya program desa membangun dengan meluncurkan berbagai dana untuk desa salah satunya dana bermasa.
Melalui kegiatan kunjungan dan pengabdian seperti ini menjadi menjadi salah satu metode untuk mendekatkan mahasiswa dengan lingkungan terutama lingkungan masyarakat pedesaan.
Demikian disampaikan Dosen Pengampu Jurusan Adminstrasi Internasional Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) Khairul Saleh saat mendampingi lebih kurang 60 mahasiswa Poltek Bengkalis sat melakukan kegiatan kunjungan dan Program Pengabdian ke Desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu Rabu (18/11/2023).
Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan. Tentunya harus mempunyai kesadaran jiwa, kepekaan, rasa peduli, dan imajinasi untuk kehidupan yang lebih baik. Hal ini tentunya membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang mengarah untuk hal yang lebih baik lagi dan memberikan manfaat serta menjadi pengontrol untuk diri sendiri, orang tua, teman, orang sekitar dan untuk Negara.
sebagai generasi penerus bangsa yang akan menerima estafet kepemimpinan yang kelak membawa perubahan ke arah positif negeri ini perlu dipersiapkan, baik dilakukan oleh masyarakat, sekolah, pemerintah maupun kampus tempat mahasiswa menuntut ilmu pengetahuan dengan segala bidang keahliannya.
Pj Kepala Desa (Kades) Buruk Bakul, Hasanunddin,SE dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Politeknik yang sudi lakukan kegiatan pengabdian bertukar informasi dan melakukan hal hal positif di desanya.
Semoga apa yang kita lakukan hari ini sambung Pj Kades Buruk Bakul lagi, dapat memberi manfaat yang besar baik bagi mahasiswa maupun bagi kami Pemerintah Desa Buruk Bakul.
Dengan mengangkat tema Membangun Desa Yang Mandiri Sehat dan Berkeadilan sesuai dengan Nilai Nilai Luhur Pancasila, kegiatan tersebut diisi dengan pemaparan profil dan monografi Desa Buruk Bakul yang disampaikan oleh Sekretaris Beni Setiawan.
Beni juga berharap, melalui diskusi dan dialog yang dilakukan, mudahan apa yang menjadi ide-ide dari mahasiswa maupun dosen pembimbing, bisa ikut membantu dan menjadi masukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Buruk Bakul.
Sementara itu salah satu kelompok pengelola Hutan Mangrove Sekat Bakau Desa Buruk Bakul Khaidir M.Si. dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan bagaimana program program kelompok untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya pesisir desa yang berada di pulau Sumatera.
“Kami telah membangun kelompok pengelola hutan mangrove sebagai Langkah nyata kami masyarakat Desa Buruk Bakul untuk menjaga dan merawat mangrove yang ada demi anak cucu kelak”. Ungkap Pria yang biasa disapa Ngah Kider.
Alhamdulillah sambung Ngah Kider lagi, program kami ini juga mendapat dukungan dari dana BKK Bermasa Desa Buruk Bakul yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Ibu Kasmarni dan Bapak Dr.H.Bagus Santoso.
“Makanya kami harus berterima kasih dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, karena memiliki kepedulian yang tinggi kepada desa dan juga kelestarian lingkungan.” Pungkas Khaidir.
Lebih lanjut, Khairul saleh mengatakan ada potensi potensi yang bisa dikembangkan di Desa Buruk Bakul ini , ini juga salah satu tujuan kunjungan kami. Mungkin apa yang di ceritakan oleh ketua LAM tentang dulunya desa ini sebagi lumbung padi mengapa sekarang tidak di lakukan penanaman padi lagi ini perlu kita kaji mudah mudahan kami bisa dan mencoba menganalisa hal tersebut, dan mungkin ada juga potensi pariwisata yang bisa di kembangkan seperti wisata ladang padi, wisata mangrove.
Dalam kesempatan ini sambung Khairul Saleh, kami sebagai dosen juga ingin mensosialisasikan bahwa di Bengkalis ini sudah ada perguruan tinggi yang tak kalah hebatnya dari perguruan tinggi di Indonesia dan mahasiswa kami berasal dari berbagai daerah bukan Bengkalis saja. Semoga dengan kegiatan-kegiatan mahasiswa ini, mereka tidak dianggap mahasiswa selalu demo-demo dan kritik-kritik saja tapi mereka juga punya nilai positif saling berbagi.
Pada kesempatan tersebut juga lakukan penyerahan piagam ke pada Pj kades Buruk Bakul dan Kelompok Mangrove Sekat Bakau serta penyerahan alat Refrcto Meter atau pengukur salinitas air perairan atau kadar garam air.
Hadir dalam kegiatan tersebut dosen pembimbing dari Politeknik Khairul Saleh dan Defitri Akbar, Ketua BPD, Kepala Dusun, tokoh masyarakat serta perangkat desa lainnya.(der)**
Berita Terkait :
- Syukuran Pomparan Parna Se-Kecamatan Bathin Solapan0
- PBSI Riau Gelar Mukerprov, Evaluasi Program 2023 dan Rancang Kegiatan 2024 0
- Plt Bupati Asmar Hadiri Pelantikan LLMB 0
- HUT Kecamatan Basira Ke 9,Bupati Lantik Penghulu Harapan Makmur Selatan0
- Samsul Bahri Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Kabupaten Pelalawan Periode 2023-20260
_Black11.png)









