- Panitia Matangkan Persiapan Sirkuit FORKI Riau Open Karate Kid Serie 3
- Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027
- Komisi VII DPR RI Soroti Efisiensi dan Dampak Ekonomi Kawasan Industri
- Hanya Pakai BPJS RS Zainab Selamatkan Nyawa Keluarga Besar JMSI Riau
- Air Mata Haru di Tanah Suci, Perhatian dari Pemko Pekanbaru untuk Jemaah Haji
- Pemko Pekanbaru Pastikan Penanganan Banjir Terus Dilakukan
- Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Program Revitalisasi
- Pemko Pekanbaru Siapkan 23 Ekor Sapi Kurban untuk Iduladha
- Malam Ini, Pemko Pekanbaru Gelar Pawai Takbir Iduladha 1447 H
- Kejutan Salat Id, Rahmad dan Safrika Raih Tiket Umrah dari Pemko Pekanbaru
Makna Air dan Tanah yang Diserahkan Syamsuar ke Jokowi di IKN Nusantara

Gubernur Riau Syamsuar. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Gubernur Riau Syamsuar sudah menyerahkan tanah dan air dari Bumi Lancang Kuning ke Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Senin, 14 Maret 2022.
Air dan Tanah itu sudah dimasukkan ke sebuah wadah oleh Presiden Joko Widodo. Hal serupa juga dilakukan oleh gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia.
Sebelum berangkat ke IKN Nusantara, Syamsuar menyebut satu liter air yang dibawanya berasal dari Sungai Kampar, Sungai Rokan, Sungai Siak dan Sungai Indragiri. Keempat sungai itu merupakan induk di Riau yang mengaliri sungai lainnya.
Syamsuar menjelaskan, satu liter air dari empat sungai induk di Riau itu dimasukkan ke dalam sebatang bambu. Masyarakat Riau selalu menyebutnya buluh.
Filosofinya, jelas Syamsuar, bambu selalu tumbuh di daerah aliran sungai. Keberadaannya sebagai penopang tanah sungai agar tidak roboh.
"Buluh dalam tradisi masyarakat Riau selalu digunakan mengambil air enau (aren), dan selalu digunakan membawa air-air dari Riau ke tempat lain," kata Syamsuar.
Sementara tanah, Syamsuar menyebut diambil dari masjid tua bersejarah di Riau. Yaitu Masjid Raya Rengat dan Masjid Jamik di Air Tiris, Kabupaten Kampar.
"Masjid Raya Rengat yang dibangun tahun 1786, Masjid Jami' Air Tiris Kampar dibangun tahun 1901," kata Syamsuar.
Berikutnya ada Masjid Raudhatul Jannah yang dibangun tahun 1800 dan Masjid Raya Pekanbaru yang dibangun tahun 1762. Selanjutnya masih ada tanah dari sejumlah masjid lain yang punya sejarah.
Tanah dari masjid tua bersejarah itu dibawa menggunakan tepak. Tepak sendiri bagi masyarakat Melayu Riau berfungsi sebagai tempat penyimpanan memakan sirih seperti daun sirih, pinang dan tembakau.
Ada dua kilogram tanah dari sejumlah masjid yang dibawa Syamsuar ke IKN Nusantara. Ini juga terkait perlengkapan makan sirih yang berasal dari tumbuhan yang hidup dari tanah. (syu)
Berita Terkait :
- Pemeriksaan Istri Doni Salmanan soal Kasus Opsi Biner Quotex Ditunda0
- Geng Motor Rampok dan Tebas Tangan Warga di Makassar0
- Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan Digelar 1 April0
- Kemenag: Logo Halal Baru Tak Jawasentris, Representasi Indonesia0
- Riau Terpilih Sebagai Percontohan Menggerakkan Komunitas Gencarkan Vaksinasi0
_Black11.png)









