- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Masih Ada Tumpang Pilih, Warga Miskin di Desa Sungai Paku Kec, Sengingi Hilir

Kuansing, VokalOnline.Com - Sungai Paku, Keluarga Sarimun ( 37) warga Sungai Paku, kecamatan Singingi Hilir kabupaten Kuantan Singingi, mengaku tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun pemerintah desa. Padahal ia merupakan keluarga miskin yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda belahan dunia beberapa waktu lalu.
“Saya tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah baik sembako maupun bantuan langsung tunai,” kata Fitri Yanti istri Sarimun, Senin , 5 September 2022 kepada VokalOnline,com di kediamannya.
Sehari-hari suaminya bekerja sebagai ‘kuli harian semberaut’. Ekonomi yang pas-pasan, membuat Sarimun dan Istrinya kesulitan menghidupi tiga anak mereka Kondisi tempat tinggal Sarimun juga jauh dari kesan layak. Keluarga Sarimun tinggal di gubuk berdinding papan lapuk dan seng bekas berukuran 4×8 meter persegi.
“Sejak KK kami telah ditetapkan jadi warga desa Sungai Paku tahun 2016 tidak pernah ada bantuan sama sekali, tidak seperti orang lain yang mendapat bantuan sembako maupun uang tunai,” terang Fitri Yanti mengaku perantau dari Moro Inhil yang telah menetap di kecamatan Singingi Hilir tersebut.
Penghasilan Sarimun menurun drastis karena warga masih dalam pemulihan perekonomian . Jika sebelum pandemi corona melanda dunia, Sarimun bisa membawa uang Rp 300 ribu dalam sehari, kini kantongnya tidak lebih hanya berisi uang Rp 70 ribu. Baginya kurang menghidupi 3 anak.
Fitri Yanti hanya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah himpitan biaya hidupnya. Ia mengaku telah punya Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat untuk mendapat bantuan sosial tersebut.
“Ya, kalau bisa sih diusulin supaya dapat bantuan. penghasilan saat ini tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” ucap Fitri Yanti kepada VokalOnline.Com dengan nada lirih.
Saat berita ini diterbitkan, Pemerintah desa Sungai Paku dan Forkopimcam Singingi Hilir masih dalam tahap usaha konfirmasi oleh Centro Riau.**(Rusman)
Berita Terkait :
- BLT BBM untuk Riau Sudah Mulai Disalurkan0
- BLT BBM untuk Riau Sudah Mulai Disalurkan0
- Progres Terbaru Tol Riau-Sumbar Ruas Padang Sicincin0
- Harga Cabai dan Telur Naik0
- Lestarikan Cagar Budaya0
_Black11.png)









