- Disdik Inhil Pastikan SPMB 2026 Berjalan Transparan dan Gratis, Pendaftaran Tetap Dibantu Sekolah Ji
- Zulpen Akan Laporkan Rudi Walker Purba, Nilai Narasi yang Disebarkan Bersifat Provokatif
- Polres Indragiri Hilir Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas Kamtibmas
- Bhabinkamtibmas Kayu Raja Turun ke Kandang, Polri Kawal Ketahanan Pangan Keritang
- Polsek Keritang Perkuat Swasembada Pangan Lewat Ikan Lele
- Diduga Akibat Truk ODOL, Warga dan AMPAK Soroti Kerusakan Jalan di Sungai Rawa
- Pengcab Karate Tako Dumai Adakan UKT Semester I Tahun 2026
- Bupati Suhardiman Amby Resmi Tutup Festival Pacu Jalur Rayon I Inuman 2026
- Pemkab Meranti Dukung Penuh Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Data
- Ketua Masjid Arafah Ahmad Dahlan Laksanakan Menyambut 1 Muharom 1448 H
Melihat Bank Darah, Tempat Penyimpanan Darah di UTD RSUD Tengku Rafi\'an Siak
Infotorial Pemkab Siak

Siak, VokalOnline.Com - Unit Transfusi Darah Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafi'an Siak melayani kebutuhan darah rumah sakit. Untuk itu pihak UTD tentu juga harus memastikan stok untuk selalu tersedia.
Saat ini di RSUD Tengku Rafi'an stok darah tersebut disimpan pada "blood bank" atau bank darah yang seperti kulkas berjumlah 4 unit. Pada tempat penyimpanan darah suhu sekitar 2-6 derajat dengan kapasitas satu bank darah sebanyak 86 kantong darah yang satu kantongnya berisi 350 cc.
Direktur RSUD Tengku Rafi'an Siak, dr. H. Benny Chairuddin Sp, An. M. Kes, MARS,, melalui Kepala Ruangan UTD, Kholis didampingi staf, Yuningsih. Setiap bulan lanjutnya rata-rata 200 lebih kantong darah didistribusikan untuk keperluan pasien.
"Kebanyakan untuk orang melahirkan, bedah dan penyakit dalam internis. Untuk stok itu kita peroleh donor dari sukarelawan dari kalangan luar berbagai macam komunitas. Juga dari luar kalau ada yang selenggarakan acara donor darah itu diberikan ke sini," katanya.
Masing-masing bank darah juga berbeda peruntukannya. Ada yang untuk darah karantina untuk uji saring, stok darah, dan
darah pasien. Stok darah terdiri dari PRC atau darah merah saja dan "whole blood" atau darah lengkap.
Untuk keperluan darah prosesnya pertama dokter membuat surat permintaan untuk diantar. Lalu mengambil contoh darah pasien lalu dicek apakah stok ada. Butuh satu jam untuk mencocokan darah donor dengan darah pasien.
"Jika cocok diberikan. Kalau stok tak ada maka donor darah maka langsung dari keluarga atau dicari. Setelah itu juga harus skrining dulu, pencocokan, disimpan di bank darah dan 12 jam baru bisa dipakai setelah donor," ungkapnya.
Untuk menjaga stok darah tersebut, makanya bagi pasien yang memerlukan darah diminta untuk mengganti kembali. Gunanya agar pasien berikutnya mendapatkan darah juga karena darah ini sesuatu yang tidak bisa diproduksi, murni dari tubuh manusia. (inf/sal)
Berita Terkait :
- Resmikan Gedung Puskesmas, Bupati Alfedri : Ini Janji Kami0
- Cegah Klaster Covid-19, Binda Riau Vaksin Warga Binaan Rutan Siak Sri Indrapura0
- Siak Dianugerahi Sebagai Kabupaten Layak Anak 20220
- Restoran Dan Cafe Di Siak Diharapkan Bisa Bayar Pakai QRIS0
- Masyarakat Daur Ulang Sampah0
_Black11.png)









