- Ratusan Petani Sungai Raya Bersiap Laporkan Dugaan Pengrusakan Kebun ke Polres Inhu
- Kekompakan Polsek GAS di Lahan Jagung, Petani Tidak Jalan Sendiri
- Alat Berat Masuk Diam-diam, Kebun Petani di Sungai Raya Hancur dan Konflik Meledak
- Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Cenaku Dukung Kesejahteraan Petani
- Gerak Cepat Polsek Merbau Tiga Pencuri Serang Walet Dibekuk Hanya Dalam Hitungan Jam
- Tragis, Seorang Ibu di Meranti Ditemukan Meninggal di Tangki Air Bawah Tanah
- Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Gelar Pekan Penghijauan XXXV untuk Rehabilitasi Sungai Kampar
- Prestasi Internasional: Rafif Adinata Ramadhan Masuk NUS, Inspirasi Pelajar Indonesia
- Rombongan Harmoni Kasih Rayakan Silaturahim Lewat Wisata Budaya Siak
- Siak, Wajah Budaya Melayu Indonesia, Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Kreatif
Microsoft Ungkap Kabar Positif, AI Tak Ambil Alih Pekerjaan Manusia

Microsoft Indonesia membuka hasil studi soal efek AI terhadap pekerjaan. (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, VokalOnline.Com - Microsoft Indonesia mengungkap kecerdasan buatan (AI) tak mengambil alih pekerjaan manusia, tapi mengubah fokusnya.
"AI mengubah fokus dalam sebuah pekerjaan, enggak mengambil alih pekerjaan," ucap President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir, di kantornya, Jakarta, Senin (30/1).
Menurut dia, AI sebenarnya sudah lama hadir. Namun, teknologi ini jadi makin mendunia lantaran sudah punya kemampuan yang menyamai manusia (human parity) dalam beberapa hal.
Contohnya, ChatGPT yang bisa membalas pertanyaan dengan jawaban logis.
Sejumlah studi menyebut AI akan menggantikan banyak pekerjaan manusia. Laporan Goldman Sachs yang berjudul The Potentially Large Effects of Artificial Intelligence on Economic Growth, misalnya.
"Memakai data terkait pekerjaan di AS dan Eropa, kami menemukan dua pertiga pekerjaan saat ini akan terekspos oleh automatisasi dan AI generatif bisa menggantikan seperempat pekerjaan yang ada saat ini," menurut keterangan resmi lembaga tersebut.
"Mengekstrapolasi estimasi kami secara global, kami menilai AI generatif dapat berdampak setara 300 juta pekerjaan penuh waktu," lanjut Goldman Sachs.
Meski begitu, riset tersebut menyebut AI tetap bisa memacu produktivitas global dalam dekade mendatang.
Dharma melanjutkan "bagaimanapun juga AI hanya dapat bekerja dengan data yang diberikan manusia, dan dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi manusia."
Studi bertajuk 'Dampak Ekonomi AI Generatif: Masa Depan Pekerjaan di Indonesia' yang dikeluarkan oleh Access Partnership bekerja sama dengan ELSAM dan didukung Microsoft, mengungkapkan potensi menjanjikan.
Bahwa, penggunaan AI Generatif untuk melengkapi aktivitas kerja dapat membantu membuka kapasitas produksi hingga US$243,5 miliar di seluruh perekonomian Indonesia atau setara dengan 18 persen Produk Domestik Bruto (PDB) RI 2022.
"Jadi kapasitas untuk melakukan kegiatan produksi yang sekarang ada diperbesar, diperkuat dengan AI," jelas Dharma.
Bagaimana caranya?
Pertama, AI fokus pada aktivitas non-rutin yang bisa menghasilkan impact. Menurut Dharma, hal ini didukung hasil survei Microsoft yang menyebut 75 persen karyawan mendelegasikan sebaik mungkin kepada AI untuk mengurangi beban pekerjaan.
Kedua, AI berkontribusi terhadap pengambilan keputusan termasuk dengan memproses informasi dalam jumlah besar dan membuat konten baru.
Survei pun mendukung hal ini. Bahwa, pekerja di Indonesia bukan cuma menggunakan AI untuk pekerjaan admnistratif (84 persen), tapi juga pekerjaan analitik (87 persen) dan creative aspect (88 persen).
Ketiga, persiapan yang lebih besar.
Untuk merealisasikan peluang tersebut, laporan yang sama mengungkap sedikitnya tiga aspek yang perlu menjadi perhatian. Yakni, meningkatkan akses dan pemakaian, manajemen risiko, dan mendorong inovasi.
Semuanya dengan menyertakan elemen tanggung jawab sebagai fondasi utama.
"Ini adalah sebuah awal Indonesia dan seluruh dunia mengalami demokratisasi AI. Semua tergantung pada kita merealisasikan potensinya," tandas Dharma.(fit)**
Berita Terkait :
- Pemkab Meranti Sambut Baik Aplikasi Panglima Pemprov Riau0
- Diskominfotiks Rohil Gelar Bimtek Uji Kompetensi Berbasis SKKN Bidang Digital dan TIK0
- Sederet Fenomena Langit Oktober: Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari0
- Tak Perlu lagi instalasi, Photoshop akan Hadir dengan Versi Web dengan fitur secara gratis0
- Aplikasi Super APP Presisi, Kapolres : Silahkan Diunduh agar Masyarakat Mudah dapat Informasi0
_Black11.png)









