- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
- Kapolres Meranti Kenalkan Green Policing di SDN 02 Selatpanjang
- Kapolda Riau Kunjungi Concong, Tanam Mangrove hingga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir
- Wujudkan Asta Cita Presiden, Elang 3 Hambalang Pusat Bersinergi RO 3 Riau Agrinas
- Dari Lapangan Gajah Mada, Mahmudin Buktikan Semangat Pemuda Bisa Majukan Inhil
- Perkuat Sinergi Kelistrikan di Provinsi Riau, DPD RI Kunjungi PLN Group Regional Riau
Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Langka, Harganya Buat Emak-emak Teriak

Polisi saat mengecek stok minyak goreng kemasan di salah satu gudang distributor di Pekanbaru. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pencabutan subsidi minyak goreng kemasan dan curah oleh pemerintah membuat emak-emak pusing tujuh keliling. Tidak hanya soal harga yang meroket tapi juga pencarian karena masih di Pekanbaru.
Tak hanya pembeli, penjual juga mengaku pusing dengan kebijakan pemerintah yang menyerah mengatasi harga minyak goreng ini. Pasalnya kelangkaan masih berlansung hingga 18 Maret 2022 atau beberapa hari sejak subsidi dicabut.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru, minyak goreng curah per kilonya sudah menyentuh harga Rp17.500. Sementara minyak kemasan jangan ditanya lagi karena sudah Rp47 ribu per dua kilogram.
Pedagang sembako di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Jon Haris menyebut dirinya hanya punya beberapa bungkus minyak kemasan lagi.
"Ini tinggal beberapa biji, ngabisin stok, entah kapan datangnya lagi," kata Jon.
Jon menyebut sudah lama distributor tidak masuk ke pasar tradisional. Diapun mengaku berat menjual Rp47 ribu per dua kilogram dan Rp17.500 per kilo karena pembeli selalu mengeluh.
"Ada yang mau, ada juga yang tidak," kata Jon.
Untuk stok minyak goreng curah, Jon menyebut saat ini tinggal tiga jeriken saja. Stok ini segera habis karena pencarinya sangat banyak di pasar tradisional.
"Kalau pakai plastik saya jual Rp17.500, kalau yang bawa jeriken kecil saja jual Rp17 ribu per kilo," kata Jon.
Sementara itu pembeli minyak goreng curah, Yeni, mau tidak mau harus membelinya meskipun harganya meroket karena kebijakan pemerintah ini.
"Banyak betul naik, biasanya minyak curah Rp10 ribu, sekarang segitu," jelasnya.
"Minyak kemasan awalnya Rp28 ribu per dua kilo, sekarang segitu, berapa persen naiknya tu," tambah Yeni.
Meskipun mahal, Yeni mau tidak mau harus membeli karena sudah menjadi kebutuhannya sehari-hari.
"Yang lain juga beli karena terkadang punya usaha gitu, kemudian susah mendapatkannya," kata Yeni. (syu)
Berita Terkait :
- Tingkatkan SDM, Bupati Bengkalis Buka Pelatihan Ketenagakerjaan0
- Ferri Prawira Terpilih Menjadi Himpunan Bagan Hulu Bersatu0
- Peristiwa Duel Mau Di Bagan Batu Rohil,Pelaku Diperiksa Intensif Oleh Satuan Reskrim Polres Rohil0
- Rohul Masuk Usulan Program Strategi Infrastruktur Jalan Nasional di Riau0
- Sidang Tuntutan Oknum Dekan Unri Cabul Ditunda, Ini Sebabnya0
_Black11.png)









