- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Netizen Inggris Klaim Diancam Dibunuh usai Nyinyir soal Batik G20

Vokalonline.Com-- Warganet asal Inggris Mahyar Tousi mengaku menerima ancaman pembunuhan dari WNI usai mengunggah komentar nyinyir soal batik para pemimpin G20.
Sebelumnya, Tousi, yang unggahannya banyak menyinggung soal aktivitas anti Pemerintah Iran, menyinggung soal pakaian para politikus di G20.
"What on earth are these idiots wearing?! (Apa sih yang dipakai para idiot ini)" kicau dia, Rabu (16/11), sambil mengunggah foto para kepala negara seperti Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, dan Menteri Pertanian Zulkifli Hasan.
Tak butuh waktu lama, ia kena serbuan warganet RI, mulai dari yang halus hingga kasar.
Tousi, yang dalam bio Twitter-nya mengaku sebagai Political YouTuber, kemudian menghapus kicauan awal itu meski sudah telanjur tersebar tangkapan layarnya.
Pada Rabu (16/11) malam, Tousi pun mengaku menerima ancaman pembunuhan dari WNI hingga pejabat.
"Following a number of death threats and messages from Indonesian citizens and government officials, I'd like to address this photo that was posted on social media by a lot of us in Britain that has caused offence in Indonesia...," kicaunya, tanpa merinci ancamannya dan pejabat pemerintah negara mana yang ikut mengancam itu.
(Menyusul beberapa ancaman pembunuhan dan pesan dari WNI dan para pejabat pemerintah, saya ingin menyampaikan foto ini yang diunggah di medsos oleh banyak warga Inggris yang menyebabkan pelanggaran di Indonesia, red).
Pagi hari ini, Tousi pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Once again, I apologise for any unintentional offence caused by the tweet joking about G20 leaders wearing Indonesia's traditional clothing. Those of us in Britain making a joke about Sunak & Trudeau wearing it did not have bad intentions and were unaware of the culture," tuturnya.
(Saya mohon maaf atas hinaan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh tweet yang bercanda tentang pemimpin G20 yang mengenakan pakaian adat Indonesia. Kami di Inggris membuat lelucon tentang Sunak & Trudeau yang memakainya tidak memiliki niat buruk dan tidak mengetahui budayanya, red)**Syafira
Berita Terkait :
- Centang Biru Akan Hilang Jika Tak Bayar, Termasuk Akun Jokowi-Biden?0
- Visualisasi DTE G20 Tarik Antusiasme Lebih dari 700 Pengunjung0
- Roket SLS Artemis 1 NASA Terbang ke Angkasa Malam ini0
- Bjorka Bocorkan 3,2 Miliar Data Diduga dari PeduliLindungi0
- Bjorka Bikin RI Raih Juara Ketiga Dunia Kebocoran Data0
_Black11.png)








