- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Nissan Berhenti Bikin Mobil Baru Bermesin Bensin

Logo Nissan. (istockphoto/eyewave)
Jakarta, VokalOnline.Com - Nissan Motor akan mengakhiri pengembangan mobil baru yang menggunakan mesin pembakaran internal di semua pasar utamanya kecuali AS dan memfokuskan sumber dayanya pada kendaraan listrik.
Keputusan ini menjadikan Nissan sebagai produsen mobil besar Jepang pertama yang melakukan terobosan seperti itu, menurut studi Nikkei.
Nissan disebut telah berhenti mengembangkan mesin bensin untuk dijual di Eropa. Lalu pengembangan terbatas akan berlanjut pada mesin bensin pasar AS, terutama yang digunakan pada truk pikap.
Langkah ini, melansir News On Japan, dilakukan ketika pembuat kebijakan di seluruh dunia memperketat pembatasan emisi kendaraan untuk mempromosikan peralihan ke EV.
Di Eropa, standar emisi Euro 7 yang baru akan mulai berlaku pada 2025. Nissan telah menetapkan aturan ini akan menaikkan biaya pengembangan mesin pembakaran internal.
Nissan disebut juga akan menghentikan pengembangan mesin bensin untuk pasar China dan Jepang. Namun pihaknya akan terus mengembangkan mesin untuk kendaraan hybrid.
Lebih lanjut, karena kendaraan berbahan bakar bensin tetap ada di jalan, Nissan akan meningkatkan desain mesin yang ada daripada mengembangkan versi baru.
Pabrik yang memproduksi mesin juga akan tetap buka, dan tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja pada tahap ini, kata orang yang mengetahui rencana perusahaan tersebut.
Nissan sejauh ini telah menghabiskan sekitar 500 miliar yen (US$4,3 miliar) per tahun untuk penelitian dan pengembangan, dengan sebagian besar investasi itu digunakan untuk mesin bensin dan mobil. Dana tersebut kini akan dialihkan ke EV dan teknologi baru lainnya.**Vol/Jn
Berita Terkait :
- Keunggulan Jet Tempur Dassault Rafale Prancis, Burung Besi Penjaga RI0
- Menuju Era Energi Hijau, Anggawira: Perlu Percepatan Transfer Teknologi Dan Inovasi Energi Terbaruka0
- Pria Asal Florida Pamer Salah Satu NFT Termahal di Dunia0
- Twitter Kembangkan Fitur Articles untuk Ngetweet Lebih Panjang0
- Ini dia Medsos India untuk Saingi Twitter, Namanya Aplikasi Koo0
_Black11.png)








