- Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal
- Kabut Asap Menurun, PDIP Kuansing Turun ke Jalan Bagikan Masker
- DPR Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Korupsi: Harus Tegas Hukuman Mati Efek Jera Untuk Koruptor
- FORKI Dumai Disebut Tak Koordinasi dengan Perguruan Karate Terkait Pencalonan Ketua KONI
- Aksi Warga Kepayang Sari di Lahan Eks Tasma Puja, PT Agrinas Palma Sepakati Penghentian Operasional
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Matangkan Program Penyuluhan TNI AD untuk Cegah Karhutla di Riau
- Jalan Sungai Rawa Minim Rambu, Truk Bermuatan Besar PT EPE Disorot
- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
NU Diajak Lebih Berperan Rawat Nilai Sosial Saat Transformasi Digital

memberikan rekomendasi panduan konten
Jakarta, VokalOnline.Com - Akademisi bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad berpendapat, organisasi berbasis agama Nahdlatul Ulama (NU) dapat memegang peranan penting dalam membantu dan merawat nilai-nilai sosial di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat di Indonesia.
"NU bisa memberikan warna dengan menjaga nilai, memberikan rekomendasi panduan konten. Jadi bisa mengawal masa disrupsi konten ini dan menjaga lebih ke nilai-nilai (sosial) di masyarakat," kata Nyarwi dalam diskusi "Menyonsong Satu Abad NU: Mencerdaskan Warga, Menata Kembali Peradaban di Era Digital" secara daring, Kamis.
Sejak adaptasi teknologi dipercepat sebagai imbas pandemi COVID-19, Indonesia pada 2021 akhirnya mencanangkan visi akselerasi transformasi digital nasional dengan target menjadi "digital nations". Berdasarkan data Hootsuite dan We Are Social pada awal 2022, Indonesia telah mencapai 204,7 juta orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.
Namun memang tak bisa dielak dalam prosesnya penggunaan platform digital khususnya media sosial dalam menayangkan konten-konten terkadang kurang mendidik dan akhirnya berpotensi buruk bagi masyarakat.
Misalnya dari yang paling sederhana, seperti kasus anak-anak remaja yang tiba-tiba memberhentikan truk yang melaju karena merasa tertantang dari konten-konten viral lainnya.
Ancaman lainnya seperti penipuan daring hingga perundungan siber pun ikut marak terjadi dan tentunya hal- hal itu perlu diatasi dengan regulasi yang tepat. Peran NU sebagai komunitas dapat menjadi mitra kolaborasi Pemerintah dalam hal mengatur transformasi digital ialah Kementerian Kominfo.
Berbasis organisasi agama komunitas seperti NU bisa memberikan warna baru untuk menjaga dan merawat nilai- nilai serta norma khas yang dimiliki Indonesia sejak dahulu.
Di samping berperan menjadi kolaborator dengan pemangku kepentingan, para anggota NU diharapkan bisa secara aktif memanfaatkan kanal-kanal digital atau akses digital lainnya di momentum transformasi digital untuk bisa menjadi "role model" di tengah kondisi dunia yang tidak pasti.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri bisa meneladani hal- hal baik yang tentunya sejalan dengan ajaran agama.
"NU bisa jadi role model, karena dunia ini lagi kacau balau kan? Kita tahu konflik di Rusia-Ukraina, di Timur Tengah. Kadang orang luar iri lihat NU di Indonesia karena adem ayem, kita harus tunjukkan ke dunia, kalau kita bisa jadi role model," tutup Nyarwi. **Fira
Berita Terkait :
- Presiden Tepati Janji Perbaiki Sanitasi Keluarga Stunting0
- Epidemiolog UI Tidak Setuju Penyebutan Penyakit Hepatitis Misterius0
- HUT Bhayangkara Ke 76 Tahun 2022, JMSI Apresiasi Kapolda Sumut0
- Ketua Presidium FPII Kasih hati APH berlaku Zolim Kepada Wilson Lalengke0
- Integrasi Sawit-Sapi Jadi Pilihan, Guna Penuhi Pasokan Daging Nasional0
_Black11.png)









