- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
PDIP Ingin Kerja Sama Lebih Besar untuk Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024. Hasto pun menyatakan PDIP ingin menjalin kerja sama yang lebih besar lagi, sehingga memiliki kekuatan politik yang signifikan.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar, dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5). dilansir dari cnn indonesia.
PDIP menempati posisi pertama di Pemilu 2019 sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meraih 19,33 persen suara. Hasto mengatakan Indonesia merupakan bangsa gotong royong. Karena itu, dia menuturkan PDIP tidak akan sendirian.
"PDIP Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu, PDI Perjuangan dari bawah. Kita ini bangsa gotong royong, bangsa yang harus bekerja dengan seluruh komponen bangsa," tuturnya.
Adapun berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Hasto pun mengungkapkan PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 10-13 Juni 2022. Rakernas akan membahas langkah-langkah strategis partai menjelang Pemilu 2024.
"Kami punya agenda yang sudah tertata, pada 10-13 Juni, kami akan rakernas kedua," ujarnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Bus Rombongan Peziarah Terguling di Sleman, 1 Orang Tewas0
- Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga0
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
_Black11.png)









