- Sambang Aiptu Agus ke Sudirman, Polri dan Warga Pengalihan Merajut Ketahanan Pangan
- Bhabinkamtibmas dan Warga Sungai Lokan Pacu Ketahanan Pangan Lewat Lahan Rumah
- Polsek Enok Gerakkan Pekarangan Produktif, IPTU Parsaulian: Langkah Kecil Dukung Asta Cita
- Terima Pengurus JMSI, UAS: Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Umat dan Bangsa
- Jelang MTQ Riau dan Pacu Jalur, Bupati Kuansing Siagakan 481 Personel Gabungan
- Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, MM
- Pawai Perahu Bagandung Ikut Semarakkan Pelaksanaan Pembukaan MTQ Provinsi Riau ke 44
- Kabupaten/Kota Mulai Bangun Stand di Lokasi Astaqa MTQ Riau
- Sambut MTQ Provinsi Riau, Pemkab Kuansing Gelar Gotong Royong Serentak
- Polres Kuansing Gelar Rakor, Matangkan Persiapan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau
PDIP Ingin Kerja Sama Lebih Besar untuk Pemilu 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan perolehan suara partai di Pemilu 2019 menjadi modal politik yang penting bagi PDIP untuk Pemilu 2024. Hasto pun menyatakan PDIP ingin menjalin kerja sama yang lebih besar lagi, sehingga memiliki kekuatan politik yang signifikan.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar, dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5). dilansir dari cnn indonesia.
PDIP menempati posisi pertama di Pemilu 2019 sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meraih 19,33 persen suara. Hasto mengatakan Indonesia merupakan bangsa gotong royong. Karena itu, dia menuturkan PDIP tidak akan sendirian.
"PDIP Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu, PDI Perjuangan dari bawah. Kita ini bangsa gotong royong, bangsa yang harus bekerja dengan seluruh komponen bangsa," tuturnya.
Adapun berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Hasto pun mengungkapkan PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 10-13 Juni 2022. Rakernas akan membahas langkah-langkah strategis partai menjelang Pemilu 2024.
"Kami punya agenda yang sudah tertata, pada 10-13 Juni, kami akan rakernas kedua," ujarnya.**vol/jn
Berita Terkait :
- Gubri Sambut Baik Keputusan Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO0
- Bus Rombongan Peziarah Terguling di Sleman, 1 Orang Tewas0
- Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga0
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
_Black11.png)









