- JMSI Inhu Kirim Tiga Pengurus Ikuti Uji Kompetensi Wartawan di UIR Pekanbaru
- RAPP Dukung Upaya Pencegahan Karhutla Siak
- Akses Masyarakat Jadi Prioritas, RAPP Dukung Perbaikan Jalan di Segati dan Langgam
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Dorong Pelindungan Kekayaan Intelektual UMKM Binaan
- Kolaborasi Dinas Kesehatan dan PT RAPP Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Riau
- Dukung Pelestarian Pesisir, RAPP Tanam 2.000 Mangrove di Desa Bagan Melibur
- RAPP Perkuat Upaya Pelestarian Mangrove di Kepulauan Meranti
- Kemenkum Riau Gandeng RAPP Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
- Inhu Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Kreativitas Generasi Muda, Resmi Ditutup Wabup Hendrizal
- Rakerda KORMI Dibuka Wako
Golkar Bantah Pembentukan Koalisi PAN-PPP Terkait Isu Kudeta Airlangga

Partai Golkar membantah pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu terkait kabar desakan Munaslub yang ingin menggantikan Airlangga Hartarto.
Jakarta, VokalOnline.Com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus membantah pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu terkait kabar desakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Menurutnya, dorongan penyelenggaraan Munaslub Golkar tidak ada di internal partainya.
"Bukan itu masalahnya. Internal Golkar tidak ada [munaslub], saya Sekjen loh. Jadi dibilangin bahwa Airlangga ada Munaslub, Munaslub, enggak ada. Enggak ada itu," kata Lodewijk kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5). dilansir dari cnn indonesia. Ia mengklaim internal Golkar solid. Menurutnya, kabar kudeta Airlangga hanya muncul di media.
"Ya, solid. Kita keliling Indonesia tidak ada masalah. Cuma keluar di media seperti itu ya sudahlah," katanya.
Golkar, PAN, dan PPP resmi membentuk koalisi baru dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu pada Kamis (12/5). Koalisi ini disebut sebagai langkah awal bagi Golkar, PAN, dan PPP untuk menghadapi Pemilu 2024.
Meskipun Pemilu 2024 masih dua tahun lagi, komitmen kerja sama tiga parpol itu diklaim mengisyaratkan keseriusan untuk membangun platform, gagasan, serta ide yang akan disepakati bersama.
Namun, koalisi tersebut belum mendeklarasikan ataupun mengungkapkan bakal mengusung tokoh atau sosok mana sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilu 2024.
Sebelumnya, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), sayap organisasi Partai Golkar, Adies Kadir menyebut isu munaslub sama sekali tidak valid dan bertentangan dengan AD/ART partai.
Menurutnya, saat ini tak ada isu genting di internal partai yang mengharuskan menggelar Munaslub. Merujuk AD/ART partai pasal 39 ayat 3, ucap dia, terdapat sejumlah syarat untuk menggelar Munaslub. Di antaranya, diadakan atas permintaan dan/atau persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 Dewan Pimpinan Daerah Provinsi.
"Tidak ada pula sesuatu hal yang bisa dikategorikan sebagai kegentingan yang memaksa. Semuanya baik-baik saja. Jadi, tidak ada hal apapun yang harus diributkan," kata Adies.**vol/jn
Berita Terkait :
- BLT Minyak Goreng Disalurkan ke Pasar Cibinong dan Pasar Gunung Batu0
- Lin Che Wei Tersangka Baru Kasus Exspor CPO Ditahan Kejagung0
- Tokoh Masyarakat Riau Ini Pertanyakan Keabsahan Penabalan Sultan Siak XIII0
- LAMR Tersayat Akibat Pendeportasian UAS Dari Singapura0
- Laksanakan Fungsi JPN, Kejari Tuban Tekan MoU Dengan Kontor BPN Tuban0
_Black11.png)









