- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Pekerja Angkut Sampah Kembali Akan Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Upah

Transdipo zona III.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Usai lakukan aksi damai di depan transdipo Palas hari minggu lalu, pekerja pengangkut sampah rencananya akan kembali melakukan aksi damai dalam waktu dekat ini di depan kantor Walikota terkait belum adanya titik terang masalah hitung-hitungan biaya pengangkutan sampah yang berbeda setiap LPS nya.
Hal ini dilakukan karena tidak adanya jawaban atau tindakan yang selama ini mereka pertanyakan kepada ketua LPS Kelurahan.
Yuliana menjelaskan, ada beberapa point yang mereka inginkan. Salah satunya, mengetahui secara pasti hitung-hitungan pembayaran upah angkut sehingga teman-teman tidak merasa dirugikan.
Kedua, adanya Mou atau kontrak kerja antara LPS dan semua pekerja pengangkut sampah. Dan yang ketiga, adanya transdipo yang tetap, sehingga mempermudah proses pembongkaran, tidak selalu berpindah-pindah karena menyangkut biaya BBM armada.
"Kasihan banyak teman-teman yang mendapat bayaran upah mengangkut sampah hanya 4 atau 5jutaan kotor perbulan," ucap salah seorang supir pengangkut sampah, selasa(2/9/25).(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









