- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
- Erfan Panca Putra Terpilih Aklamasi Pimpin FAJI Riau Periode 2026–2030
Pekerja Angkut Sampah Kembali Akan Gelar Aksi Damai Tuntut Transparansi Upah

Transdipo zona III.
PEKANBARU, VokalOnline.Com - Usai lakukan aksi damai di depan transdipo Palas hari minggu lalu, pekerja pengangkut sampah rencananya akan kembali melakukan aksi damai dalam waktu dekat ini di depan kantor Walikota terkait belum adanya titik terang masalah hitung-hitungan biaya pengangkutan sampah yang berbeda setiap LPS nya.
Hal ini dilakukan karena tidak adanya jawaban atau tindakan yang selama ini mereka pertanyakan kepada ketua LPS Kelurahan.
Yuliana menjelaskan, ada beberapa point yang mereka inginkan. Salah satunya, mengetahui secara pasti hitung-hitungan pembayaran upah angkut sehingga teman-teman tidak merasa dirugikan.
Kedua, adanya Mou atau kontrak kerja antara LPS dan semua pekerja pengangkut sampah. Dan yang ketiga, adanya transdipo yang tetap, sehingga mempermudah proses pembongkaran, tidak selalu berpindah-pindah karena menyangkut biaya BBM armada.
"Kasihan banyak teman-teman yang mendapat bayaran upah mengangkut sampah hanya 4 atau 5jutaan kotor perbulan," ucap salah seorang supir pengangkut sampah, selasa(2/9/25).(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









