- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
- Jaga Pulau Padang Tetap Bebas Asap, Pemkab Meranti Gandeng RAPP
- Posyandu Jadi Garda Terdepan Kesehatan Anak, RAPP Dukung Penguatan Kader
- Teguh Santosa: UKW Bukan Basa-basi, Pers Jangan Produksi Suara Bising
- JMSI Riau dan NasDem Bahas Isu Strategis, Dari Media hingga Persoalan Daerah
- MAN 1 Pekanbaru Kembali Kirim Delegasi ke Olimpiade Sains Internasional
- Hendry Munief: Konektivitas Antar Pulau Jadi Isu Penting dalam RUU Daerah Kepulauan
- PERTAHANKAN TINGKAT BUNGA PENJAMINAN: MENJAGA KEPERCAYAAN MASYARAKAT
- DPRD Inhu Tolak Ranperda Perubahan APBD 2026 Lewat Voting Terbuka
- Satu Jam Razia Humanis di Lapas Tembilahan, 2 Botol Kaca Hingga Elemen Listrik Disita dan Dibakar
Pekerja HTI Nyaris jadi Mangsa Harimau di Hutan

Harimau sumatra yang pernah dievakuasi BBKSDA Riau karena konflik dengan manusia.
PEKANBARU, VokalOnline.Com -Seorang pekerja bagian penyemprotan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Arara Abadi di Kabupaten Pelalawan nyaris menjadi mangsa harimau sumatra. Korban Adi Saputra selamat setelah ditolong pekerja lainnya.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Genman S Hasibuan menjelaskan, korban terkaman harimau ini merupakan pekerja sub kontraktor perusahaan tersebut.
"Kejadiannya pada Jum'at malam, 21 Oktober 2022," kata Genman, Senin petang, 24 Oktober 2022.
Genman menjelaskan, korban merupakan kepala rombongan pekerja. Mereka menginap di tengah hutan dan mendirikan barak untuk merawat HTI.
Sebelum kejadian, seorang pekerja melihat ada mata merah dari barak pekerja. Mata itu mengintai dari gelapnya hutan tapi pekerja tidak menyadari bahwa itu adalah harimau.
"Pekerja tidak mempedulikan dan tidur bersama-sama di kamp pekerja," ucap Genman.
Saat semua tertidur lelap, korban tiba-tiba bangun. Korban kaget karena melihat di depannya berdiri seekor harimau yang berjarak hanya 2 meter.
Korban berteriak membangunkan pekerja lainnya. Teriakan ini membuat harimau kaget dan langsung menerkam di bagian kepala korban.
Korban melawan dan berhasil memegang kaki kiri harimau. Tangan kanan korban juga berhasil memegang badan harimau yang berusaha menggigit bagian kepalanya.
"Korban terkena cakaran kaki kiri harimau, kepalanya yang kena," ucap Genman.
Korban berhasil lepas dari serangan harimau. Pekerja lainnya dan korban berusaha mengusir tapi harimau tak pergi bahkan masuk ke barak pekerja.
"Pekerja kembali mengusir hingga harimau pergi, korban dibawa ke klinik perusahaan," kata Genman.
Korban mendapat perawatan akibat luka yang dialami di bagian kepalanya. Kepala korban terdapat tiga bekas cakaran harimau dan mendapatkan 20 jahitan.
"Pihak perusahaan melaporkan hal ini ke BBKSDA Riau, saat ini dilakukan mitigasi konflik," ucap Genman.
Di sisi lain, Genman menyebut petugas memetakan lokasi yang merupakan hutan tanaman industri itu. Hasilnya, lokasi itu dinyatakan habitat harimau karena bersebelahan dengan Semenanjung Kampar.
"Namun diperkirakan harimau itu diperkirakan berasal dari Kerumutan yang merupakan habitat asli," kata Genman.
Sebagai tindak lanjut, BBKSDA Riau memasang kamera intai di lokasi. Tujuannya untuk mengidentifikasi harimau dan merekam intensitas keberadaan satwa liar itu di lokasi.
Petugas menghimbau pihak perusahaan menghentikan aktivitas sementara di lokasi. Pekerja juga diminta tak beraktivitas sendirian agar tidak menjadi sasaran harimau.
"Petugas juga berpatroli agar membangun rasa aman di lokasi," jelas Genman.
Berikutnya, petugas juga berkoordinasi dengan pemegang izin konsesi hutan tanaman industri terkait implementasi standar operasional prosedur.
"Khususnya pelaksanaan kegiatan di lapangan sebagai antisipasi kejadian tak berulang dikemudian hari," jelas Genman. (syu)
Berita Terkait :
- Bandara SSK II Layani Kembali Rute Ke Singapura0
- Tersangka Korupsi UIN Mendadak Gila0
- Tingkatkan Potensi Daerah DPRD Riau Sebut Pemprov Harus Bentuk Brida0
- Segera Dioperasionalkan Segini Gambaran Tarif Tol Pekanbaru-Bangkinang0
- Perlu Penegakan Hukum Terhadap Tambang Emas Putih di Kecamatan Batang Gansal0
_Black11.png)








