- Dekat Tanpa Jarak: Aiptu Hendrick Jadi Sahabat Petani di Dusun Sentosa
- Polsek Keritang Kawal Ketahanan Pangan, Aiptu Untung Rutin Cek Perkembangan Bank Pohon
- Polsek GAS Perkuat Sinergi dengan Petani Jagung Rambaian Demi Ketahanan Pangan
- Polsek GAS Dukung SMU IT Teluk Sungka Kelola Kebun Ketahanan Pangan
- Pancawaskita Mitra Agrinas Jalin Kebersamaan dengan Talang Mamak melalui Program Sosial
- AIPDA Ronal Soadoan Apresiasi Warga Tanam Sayur, Kunyit, dan Serai di Halaman Rumah
- Polsek Keritang Beri Motivasi BUMDes Rasau Kuning, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal
- Briptu Pirima Edukasi Warga Tuasan Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan
- Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional dan Ziarah Nasional
- Khidmat dan Kebersamaan Warnai Pelaksanaan Idul Adha 1447 H di Riau Kompleks
Perlu Penegakan Hukum Terhadap Tambang Emas Putih di Kecamatan Batang Gansal
Dinilai Rugikan Keungan Negara

Lokasi tambang "Emas putih" di Kecamatan Batang Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu
Inhu, VokalOnline.Com - Aktifitas penambang "Emas Putih" (Batu putih campur pasir,red) diduga dilakukan secara ilegal di Desa Belimbing dan di Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, akan dilakukan penegakan hukum.
Untuk melakukan proses penindakan terhadap pelaku tambang emas putih tanpa membayar pajak dan melakukan dalam kawasan hutan atau pertambangan batuan tidak memiliki perizinan lengkap sehingga merusak lingkungan mengakibatkan merugikan keuangan negara.
Seperti yang disampaikan tenaga ahli Gubernur Riau Bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) Provinsi Riau Johny Setiawan Mundung kepada wartawan Senin (24/10/2022) menjelaskan kalau dirinya sudah menyampaikan masukkan kepada Dinas LHK untuk melakukan penertiban usaha dalam kawasan hutan.
"Usaha pertambangan batuan dalam kawasan hutan, haruslah memiliki izin pelepasan kawasan hutan dari kementerian. Dengan adanya izin lengkap barulah bisa dibayarkan pajak dan retribusi atas usaha dalam kawasan hutan," kata Johny Setiawan Mundung.
Lokasi pertambangan batuan putih atau yang disebut tambang emas putih tersebut diketahui milik Siti Aisyah dan Kurnia Ginting, dimana kegiatan penambangan "emas putih" tersebut menimbulkan banyak danau.
Informasi di yang berhasil dihimpun, ratusan mobil colldisel melakukan pembelian "Emas Putih" batu putih atau yang di sebut Sertu, dimana pelaku tambang ilegal melakukan penjualan batu tersebut dengan harga mahal dengan berbagai alasan, sampai dengan untuk biaya mengmankan wartawan dan oknum penegak hukum.
Mahalnya harga sertu di Desa Belimbing dan Danau Rambai mencapai Rp240 ribu per-mobil coldisel oleh pelaku penambangan ilagal juga menyisihkan uang diberikan kepada oknum wartawan dan oknum penegak hukum.
Tidak tersentuh hukum pelaku tambang ilegal di Desa Belimbing Kecamatan Batang Gansal tersebut, akibat dari gaya premanisme dimainkan oleh pelaku tambang ilegal mining sehingga aparat penegak hukum takut melakukan tindakan hukum di lokasi tambang.
"Mana berani polisi dan jaksa nangkap mereka bang, semua sudah di selesaikan, dulu kami beli batu putih (Sertu,red) ini hanya berkisar Rp50 ribu per-mobil, tapi sekarang harganya mahal jadi Rp240 ribu pakai colldisel sejak BBM naik," ucap salah satu warga setempat yang membeli sertu dilokasi tersebut.
Dengan mahalnya harga "Emas Putih" batu jenis sertu putih untuk timbunan jalan kebun, Pengusaha tambang ilegal mining dinilai sudah melakukan "Perampokan" uang petani dan merugikan keuangan negara dengan cara menjual hasil bumi batu ilegal kepada petani atas perusahaan perkebunan yang hendak memperbaiki jalan kebun kelapa sawit. **vol-01
Berita Terkait :
- Pertama Dalam Sejarah, Realisasi Investasi Provinsi Riau Nomor Tiga Nasional0
- Agar Hasil Kuat dan Kokoh, Campuran Semen dan Material Harus Tepat0
- Peduli Pendidikan, Satgas TMMD Berikan Materi Wasbang di SMPN 1 Teluk Meranti0
- Pemprov Bahas Kemiskinan Ekstreme Libatkan Dunia Usaha0
- Sebagian Besar Jalanan di Riau Rusak Karena ODOL0
_Black11.png)









