- Kerusakan Jalan Sungai Rawa Picu Polemik, Said Usman: Yang Merusak Harus Membayar Perbaikan Jalan
- MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
- Di Forum Seskoau, Bupati Afni Soroti Peran Strategis Siak bagi Ketahanan Energi Nasional
- Pangdam XIX Tuanku Tambusai Beri Semangat Keluarga Prajurit Lewat Anjangsana HUT Ke-1
- Hormati Jasa Pejuang, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Veteran pada HUT Ke-1 Kodam
- Tebar Kepedulian, Pangdam XIX Tuanku Tambusai Santuni Anak Panti pada HUT Ke-1 Kodam
- Prajurit Bukan Hanya Penjaga Negara, Tetapi Juga Benteng Keluarga dari Ancaman Narkoba
- Teguh Santosa Perjelas Pernyataan Prabowo Soal ‘Londo Ireng’
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Polres Inhil Bersama Forkopimda Tanam Bibit Mangrove
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perketat Kesiapan Latihan Operasi dan Satgas Pamtas RI–PNG
Polsek Keritang Beri Motivasi BUMDes Rasau Kuning, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

KERITANG – Kepolisian Sektor Keritang terus menunjukkan komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Komitmen itu diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan oleh jajaran Bhabinkamtibmas.
Bhabinkamtibmas Desa Pengalihan Aiptu Agus melakukan kunjungan lapangan ke lokasi budidaya ikan lele sistem bioflok. Lokasi tersebut milik Badan Usaha Milik Desa Rasau Kuning yang berada di Parit Joyo Mulyo, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang.
Dalam sambang tersebut, Aiptu Agus meninjau langsung area budidaya yang mengelola sebanyak 12 unit kolam bioflok. Ia memastikan seluruh fasilitas berjalan baik dan melihat proses budidaya dari dekat.
Kehadiran personel Polri ini tidak hanya untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Lebih dari itu, kunjungan ini bertujuan memberikan motivasi serta dukungan moral kepada para pengelola BUMDes.
"Sistem bioflok ini merupakan inovasi yang sangat baik karena efisien tempat dan hemat air, namun mampu menghasilkan panen yang optimal. Kami dari Polsek Keritang sangat mendukung penuh usaha produktif seperti ini demi memperkuat ketahanan pangan, khususnya di tingkat desa," ujar Aiptu Agus.
Menurutnya, sistem bioflok menjadi solusi tepat untuk desa dengan keterbatasan lahan. Dengan teknologi ini, budidaya lele bisa dilakukan intensif tanpa memerlukan area yang luas namun tetap produktif.
Langkah BUMDes Rasau Kuning mengelola 12 kolam sekaligus dinilai sebagai terobosan positif. Usaha ini tidak hanya menjaga stabilitas pangan hewani, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan asli desa dan membuka lapangan kerja.
Polsek Keritang menegaskan, pendampingan terhadap sektor produktif akan terus dilakukan. Bhabinkamtibmas di setiap desa ditugaskan untuk memantau, memotivasi, dan memastikan program ketahanan pangan berjalan lancar.
Sinergi antara Polri, BUMDes, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat ketahanan pangan di Kecamatan Keritang. Dengan dukungan berkelanjutan, Desa Pengalihan diharapkan mampu menjadi percontohan desa mandiri pangan berbasis inovasi. (*)
Berita Terkait :
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- IRT di Kempas Jadi Korban Pembunuhan Gara-gara Buah Sawit Busuk0
_Black11.png)









