Prajurit Bukan Hanya Penjaga Negara, Tetapi Juga Benteng Keluarga dari Ancaman Narkoba

Publisher Vol/fit Daerah
29 Jul 2026, 17:17:12 WIB
Prajurit Bukan Hanya Penjaga Negara, Tetapi Juga Benteng Keluarga dari Ancaman Narkoba

Salo, VokalOnline.Com - Pagi itu, suasana Aula Markas Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti terasa berbeda. Para prajurit yang sehari-hari ditempa untuk menghadapi berbagai tantangan tugas, kali ini duduk bersama dalam sebuah ruang pembelajaran yang tak kalah penting: membentengi diri dan keluarga dari ancaman narkotika.

Selasa (28/7/2026), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar hadir di tengah-tengah personel Yonif 132/Bima Sakti melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kegiatan tersebut bukan sekadar menyampaikan materi tentang bahaya narkoba. Lebih dari itu, sosialisasi menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa perang terhadap narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pengetahuan, kepedulian, keteladanan dan kekuatan keluarga.

Kegiatan dibuka oleh Komandan Yonif 132/Bima Sakti, Letkol Inf Hendri Sihombing, S.Hub.Int., M.Tr.Mil., yang diwakili Kapten Inf Zulkifli. Turut mendampingi Pasi Intel Andi Hernata Siregar.

Dalam sambutannya, Kapten Inf Zulkifli menyampaikan apresiasi atas kehadiran BNK Kampar dan terselenggaranya sosialisasi P4GN tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan personel TNI terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

Namun, ada satu pesan yang terasa begitu dekat dengan kehidupan setiap prajurit: keluarga.

Di balik seragam dan tugas yang melekat pada seorang prajurit, terdapat keluarga yang menunggu di rumah. Ada anak-anak yang membutuhkan perhatian, ada pasangan yang membutuhkan kepedulian, dan ada lingkungan keluarga yang harus terus dijaga agar tidak mudah dimasuki pengaruh negatif.

Karena itu, Kapten Inf Zulkifli mengingatkan para prajurit untuk meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, khususnya memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun berbagai pengaruh negatif lainnya.

Pesan tersebut menjadi penting. Sebab, ancaman narkoba tidak selalu datang dari tempat yang jauh. Ia bisa hadir melalui lingkungan pergaulan, media sosial, teman sebaya, bahkan melalui rasa ingin tahu yang pada awalnya dianggap sepele.

Maka, keluarga menjadi benteng pertama.

Sebelum penyampaian materi, narasumber BNK Kampar, Adi Jondri Putra, terlebih dahulu menyampaikan salam hangat dari Ketua Umum BNK Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., kepada Komandan Yonif 132/Bima Sakti beserta seluruh prajurit yang hadir.

Adi Jondri menyampaikan apresiasi Ketua Umum BNK Kampar atas komitmen Yonif 132/Bima Sakti yang telah memfasilitasi kegiatan sosialisasi P4GN sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Sinergi antara BNK Kampar dan TNI merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan bangsa terhadap ancaman narkoba. Prajurit TNI diharapkan menjadi teladan sekaligus garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujarnya.

Bagi seorang prajurit, menjaga bangsa bukan hanya tentang berdiri di garis depan ketika negara membutuhkan. Menjaga bangsa juga dapat dimulai dari sesuatu yang paling dekat: menjaga diri sendiri, menjaga keluarga, dan menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari narkoba.

Dalam sosialisasi tersebut, BNK Kampar menghadirkan Adi Jondri Putra sebagai narasumber utama, didampingi Elita Fatma, Delsri Fitria, Altrizan, dan Iqbal Saputra Rachman.

Berbagai materi disampaikan, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkotika, dampak hukum, hingga pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif. Para prajurit tampak antusias mengikuti setiap materi. Sejumlah pertanyaan muncul dalam sesi diskusi dan tanya jawab, menunjukkan bahwa persoalan narkoba bukan sekadar isu yang harus didengar, tetapi persoalan yang perlu dipahami bersama.

Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, kewaspadaan menjadi semakin penting. Anak-anak dan generasi muda membutuhkan orang dewasa yang hadir bukan hanya ketika masalah sudah terjadi, tetapi jauh sebelumnya—mendengarkan, mengarahkan, memberikan contoh dan membangun komunikasi yang sehat.

Di sinilah peran prajurit menjadi semakin strategis.

Mereka bukan hanya memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kedaulatan negara, tetapi juga mempunyai peran sebagai kepala keluarga, orang tua, dan bagian dari masyarakat. Keteladanan mereka dalam menjauhi narkoba dapat menjadi pesan kuat bagi lingkungan sekitarnya.

Sebab, perang melawan narkoba tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Ia dapat dimulai dari keberanian mengatakan tidak, dari keluarga yang saling memperhatikan, dari orang tua yang mau mendengar cerita anaknya, serta dari lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi narkoba untuk tumbuh.

Sosialisasi P4GN di Aula Yonif 132/Bima Sakti akhirnya bukan hanya menjadi agenda penyuluhan. Ia menjadi pengingat bahwa membangun Kampar yang bersih dari narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak.

BNK Kampar dan TNI pun menunjukkan bahwa sinergi tidak berhenti pada sebuah pertemuan. Ia harus berlanjut menjadi kepedulian bersama—dari lingkungan kerja hingga ke rumah, dari prajurit hingga keluarganya, dan dari keluarga menuju masyarakat.

Karena ketika seorang prajurit mampu menjaga dirinya, menguatkan keluarganya, dan mengajak lingkungannya menjauhi narkoba, sesungguhnya ia sedang ikut menjaga masa depan bangsa.

Dan perang melawan narkoba, pada akhirnya, adalah perang untuk menyelamatkan generasi.(**)

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment