- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Penetaoan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Sektor Perkebunan Sawit

PALEMBANG, VokalOnline.Com – Pada hari ini, Selasa, 4 Maret 2025, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan secara resmi menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di sektor sumber daya alam, khususnya perkebunan sawit. Penetapan ini dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP.
Kelima tersangka tersebut adalah:
RM, Bupati Musi Rawas periode 2005–2015.
ES, Direktur PT. DAM tahun 2010.
SAI, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan (BPMPTP) Musi Rawas periode 2008–2013.
AM, Sekretaris BPMPTP Musi Rawas periode 2008–2011.
BA, Kepala Desa Mulyoharjo periode 2010–2016.
Sebelumnya, tersangka RM, ES, SAI, dan AM telah diperiksa sebagai saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik menemukan cukup bukti bahwa mereka terlibat dalam kasus ini. Oleh karena itu, status mereka ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka. Sementara itu, tersangka BA telah dipanggil secara patut sebanyak tiga kali, namun tidak menghadiri pemeriksaan tanpa alasan yang sah.
Dugaan Pelanggaran Hukum
Para tersangka diduga melanggar ketentuan berikut:
Primair:
Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Subsidair:
Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Barang Bukti yang Disita
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 60 saksi dan menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
Lahan sawit seluas ±5.974,90 hektare di Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas.
Dokumen-dokumen terkait.
Uang sebesar Rp61.350.717.500,- (enam puluh satu miliar tiga ratus lima puluh juta tujuh ratus tujuh belas ribu lima ratus rupiah) yang diserahkan secara sukarela oleh PT. DAM kepada penyidik.
Modus Operandi
Para tersangka diduga terlibat dalam penerbitan izin, penguasaan, dan penggunaan lahan negara secara tidak sah dan melawan hukum seluas ±5.974,90 hektare yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit oleh PT. DAM. Lahan tersebut merupakan bagian dari total ±10.200 hektare yang berlokasi di Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas. Dari lahan yang berhasil dikuasai, terdapat kawasan hutan produksi serta lahan transmigrasi yang seharusnya tidak dapat digunakan untuk kepentingan pribadi atau korporasi.
Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan akan terus mendalami bukti-bukti serta keterlibatan pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidananya. Penyidik juga akan segera mengambil langkah hukum lebih lanjut guna menuntaskan penyidikan kasus ini.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)








