- Problematika Pendidikan dan Solusi Pedagogis
- Polsek Enok Dorong Warga Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pendampingan
- Matangkan Persiapan Perayaan HUT ke-6, Panitia Gelar Rapat Terakhir
- Bupati Bengkalis Hadiri Kegiatan Forum Konsultasi Publik
- Pansus II DPRD Bengkalis Perdalam Materi LP2B
- Bupati dan Kadisdik Tinjau Sekolah Terdampak Puting Beliung
- Perkuat Akses APBN untuk Daerah, Dr. Karmila Sari Dukung Pembentukan Forum DPR RI Dapil Riau
- Bupati Bengkalis BUka Asistensi Peningkatan IEPK Kabupaten Bengkalis Tahun 2026
- Bupati Bengkalis lantik 215 KepSek
- Hendry Munief Dorong Kepala Daerah Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN
PEP Lirik Gelar Sosialisasi Tanggap Darurat dan Buffer Zone

Indragiri Hulu,(VokalOnline.Com)- Hari Senin (30/6/2025), Pertamina EP (PEP) Lirik Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatra, kembali menggelar kegiatan sosialisasi tanggap darurat di seluruh wilayah operasionalnya. Kegiatan ini mencakup tiga distrik utama, Kecamatan Lirik di Kabupaten Indragiri Hulu (Distrik I), Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan (Distrik II), dan Kecamatan Koto Gasib di Kabupaten Siak (Distrik III).
Diselenggarakan rutin setiap tahun, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat sekitar terhadap potensi risiko kebakaran serta pemahaman akan area batas aman (buffer zone). Untuk tahun 2025, kegiatan dilakukan sepanjang semester pertama.
Manager PEP Lirik Field, Luqman Arif menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi keselamatan bersama mengingat risiko tidak hanya datang dari fasilitas produksi namun juga aktivitas sehari-hari.
“Ini kewajiban operasional sekaligus wujud komitmen Pertamina EP Lirik untuk menciptakan lingkungan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi risiko,” ujarnya.
Di Desa Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, pelatihan diberikan kepada kader PKK, perangkat desa, dan warga setempat. Sebanyak 50 peserta dilatih teknik pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan selimut api (fire blanket). Materi dimulai dengan pengenalan teori segitiga api, yakni tiga unsur utama terjadinya kebakaran, panas (heat), bahan bakar (fuel), dan oksigen. Setelah sesi teori, peserta mempraktikkan pemadaman api di area terbuka.
Kegiatan serupa juga telah dilakukan di Kecamatan Lirik bersamaan dengan Bulan K3, melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lirik, ibu-ibu PKK, dan perwakilan desa. Sementara itu, di Kecamatan Ukui, sosialisasi diikuti oleh Lurah Ukui, Polsek, Koramil, Puskesmas, serta 50 warga yang tinggal di dekat fasilitas produksi dan jalur pipa migas.
Selain simulasi pemadaman, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang Buffer Zone—yaitu area penyangga yang dirancang untuk meminimalisasi dampak risiko operasional terhadap masyarakat sekitar.
Camat Lirik, Harmes Jhoni, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap dilakukan rutin sebagai penyegaran. “Ini juga mampu membangkitkan peran aktif masyarakat dan pemerintah dari tingkat desa hingga kecamatan dalam menjaga keselamatan bersama,” ungkapnya.
Dengan kegiatan ini, PEP Lirik terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan demi menciptakan operasi migas yang aman, andal, dan harmonis dengan lingkungan sekitar.**(rls/jon)
Berita Terkait :
_Black11.png)









