- Talang Mamak Diduga Diintimidasi, Yusmilar dan Asmuri Disebut Kerahkan Preman Bayaran
- Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Karhutla, Polsek Kuala Cenaku Turun Dampingi Petani
- Polemik 469 Hektare Eks PT SAL, Talang Mamak Soroti Sanksi, Penguasaan Lahan dan TPPU
- Kapolres Inhu Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dan Komunikasi dalam Menjaga Kamtibmas
- Ketua FORKI Riau Parisman Ihwan Dijadwalkan Buka Karate Kid 3 Riau Open 2026
- Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolaborasi Penguatan Diplomasi Bebas Aktif
- Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026 Resmi Dibuka, 728 Karateka Siap Bertanding
- INKAI Prestasi Juara Umum Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026
- Lewat Neo Energy Meet Up di Pekanbaru
- SD Darma Yudha Kembali Gelar Latihan Ekskul Karate Inkanas
Pimpinan Terpilih Mubeslub LAMR Temui Sultan Pelalawan, Ini Tunjuk Ajarnya

Datuk Seri RH Marjohan Yusuf dan H Taufik Ikram Jamil, didampingi Ketua Umum LAMR Pelalawan Datuk Seri T Zulmizan, bertemu dengan Sultan Pelalawan Tengku Besar H Tengku Kamaruddin Haroen
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pimpinan terpilih Musyawarah Besar Luar Biasa Lembaga Adat Melayu Riau (Mubeslub-LAMR) Datuk Seri RH Marjohan Yusuf dan H Taufik Ikram Jamil, didampingi Ketua Umum LAMR Pelalawan Datuk Seri T Zulmizan, menemui Sultan Pelalawan Tengku Besar H Tengku Kamaruddin Haroen di kediamannya, Sabtu (23/04/2022).
Kedatangan HR Marjohan Yusuf dan Taufik Ikram Jamil menemui Tengku Besar H Tengku Kamaruddin Haroen untuk meminta tunjuk ajar dalam menjalankan amanat yang harus diemban dalam lima tahun mendatang.
Seperti diketahui, Datuk Seri RH Marjohan Yusuf ditetapkan menjadi Ketua Umum (Ketum) Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR melalui Mubeslub hari Sabtu lalu (16/04) lalu. Selain itu, ditetapkan pula Taufik Ikram Jamil sebagai Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, sedangkan Mubeslub dilaksanakan atas kesepakatan delapan LAMR Kabupaten dari 11 LAMR Kabupaten/Kota yang ada di Riau.
Sebab dalam Mubeslub LAMR, Kabupaten Rokan Hilir tidak dihitung, karena kepengurusan LAMR Rohil masih bersifat sementara untuk melaksanakan Musdalub di Rohil.
Dalam kesempatan silaturahulim tersebut, sultan Pelalawan yang sudah berusia 82 tahun itu menyatakan keinginannya agar LAMR Riau kembali memposisikan diri sebagai pengemban amanat adat. Ini merupakan tugas besar karena adat adalah ciri bangsa dalam menegakkan Republik Indonesia, sehingga keberadaannya jangan sampai tercela.
“Istikomahlah dalam tugas menjaga adat ini,”kata Sultan yang juga dikenal sebagai seorang imam, dalam kehidupannya sehari-hari, ia sempat menjadi pegawai negeri, kemudian dua periode menjadi wakil rakyat.
Menurutnya, seorang pemimpin lembaga adat memerlukan pengetahuan soal adat dan batas kegiatannya. Ia sendiri pernah mengalami berbagai hal yang tidak menyedapkan sehubungan adanya campur tangan pihak provinsi di wilayah kebatinan dalam Kesultanan Pelalawan.
Harapannya, sangat besar terhadap keberadaan LAMR sebagai pengemban amanat adat. Hal itu bukan saja karena pihak kesultanan adalah salah satu sumber utama adanya adat, tetapi juga keberadaan adat tidak dapat dipisahkan dari agama. Ini dibuktikan dengan ungkapan adat yang mengatakan bahwa adat bersendi syarak, sedangkan syarak bersendikan kitabullah.
“Jadi, kegiatan adat Melayu itu adalah kegiatan kemanusiaan atau umat untuk kemaslahatan umat itu sendiri yang didasari oleh Islam,” kata Sultan, seraya mengatakan akan mendoakan kepengurusan LAMR hasil Mubeslub agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. **Vol-1
Berita Terkait :
- Catatan Firli Bahuri: Sebuah Orkestra0
- JMSI Riau Dukung, Syafriadi, Eka PN dan Yan Faisal Maju di Konfercab PWI Riau0
- Holywings Pekanbaru Bagikan Takjil Kepada Warga Pekanbaru0
- JMSI Riau Gelar Buka Bersama: Ketua KPK-RI Firli Bahuri aka Diundang Dialog Anti Korupsi 0
- Komunitas Sepeda Siak Bicycle Team Bagikan Takjil0
_Black11.png)








