Pj Bupati Kampar Terima Data Miskin Ekstrem P3KE dari Kementerian PMK

Publisher Ocuhasbi Daerah
03 Okt 2022, 16:14:36 WIB
Pj Bupati Kampar Terima Data Miskin Ekstrem P3KE dari Kementerian PMK

Pj Bupati Kampar juga menerima penghargaan kategori Peringkat kedua Kabupaten dengan Kinerja pelaksanaan aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Provinsi Riau tahun 2021.


PEKANBARU,VokalOnline.Com-Pj Bupati Kampar menghadiri Rapat Koordinasi teknis berkaitan data pensasaran percepatan penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) bersama Gubernur Riau yang diadakan di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin, (03/10/2022).


Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang dibuka oleh Gubernur Riau Drs Syamsuar, M.Si. Dan langsung mendengarkan Arahan dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy, M.A.P melalui zoom meeting.

Dalam kesempatan itu Pj Bupati Kampar menerima Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) untuk Kabupaten Kampar yang diserahkan oleh  Gubernur Riau yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen terhadap penanggulangan kemiskinan antara Provinsi Riau dan Kabupaten dan Kota.


Dari data P3KE tahun 2022 ini jumlah masyarakat Miskin Ekstrem di Kabupaten Kampar sebesar 1.73 Persen atau setara dengan 15.450 jiwa. 

Pemkab Kampar sangat komit terhadap pemberantasan kemiskinan di Kampar" namun ini tidak hanya dapat dilakukan oleh Pemkab Kampar sendiri, ada hal yang sangat mengganjal dalam penuntasan dan penghapusan kemiskinan Ekstrem khususnya di Kabupaten Kampar."Kata Kamsol saat rapat tersebut.

Kamsol menyebutkan, terdapat 23 desa sangat tertinggal yang berada di beberapa jalur diantaranya, 9 desa hanya dapat dilalui dengan jalur sungai, ada juga yang berada di jalur kuning namun belum ada jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik.

Semuanya itu diakibatkan oleh  pembangunan infrastruktur sangat minim, dikarenakan wilayah tersebut merupakan wilayah yang termasuk dalam kawasan hutan lindung suaka margasatwa.

"Yang mana Pemerintah Daerah tidak bisa melakukan pembangunan Infrastruktur dikarenakan peraturan Pemerintah untuk melindungi area tersebut.Sebut Kamsol.

Kamsol juga berharap agar Pemerintah pusat memberikan regulasi dan jalan keluarnya, agar pemerintah daerah bisa atau mampu melakukan pembangunan Infrastruktur khususnya jalan darat, karena wilayah tersebut akses hanya jalan air atau sungai. 

Dalam kesempatan itu Pj Bupati Kampar juga menerima penghargaan kategori Peringkat kedua Kabupaten dengan Kinerja pelaksanaan aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Provinsi Riau tahun 2021.

Dalam kesempatan itu juga PJ Bupati menerima Data pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Data P3KE) dari Menteri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia yang juga diterima seluruh Bupati/Walikota se-provinsi Riau"Tambah Kamsol.

Selain dari itu Pemkab Kampar telah membentuk 50 Desa Kreatif dan 50 Desa Menuju Desa Kreatif semua ini untuk menjadikan desa -desa yang melibatkan peran ibu- ibu dan wanita desa dalam mengangkat ekonomi masyarakat," Kata Kamsol lagi. 

Sementara itu Menteri PMK Prof  Dr Muhadjir Effendy, M.A.P menyampaikan bahwa Hingga tahun 2024 kemiskinan ekstrem ini sudah realisasikan, Menteri menyatakan bahwa seharusnya kami hadir langsung ke Riau, namun mendadak ke malang dalam rangka penanganan pasca kerusuhan di Stadion kulunjuruanan malang yang sampai saat ini telah menelan korban jiwa sebanyak 

125 Orang tersebut.


Terima Kasih kepada gubernur Riau, Bupati dan walikota yang telah merespon dengan positif dan cepat dalam penghapusan kemiskinan di Riau, bahwa target pemerintah, Indonesia harus bebas miskin ekstrim pada tahun 2024 ini.Ujarnya.

Ditambahkan Muhadjir Effendy Untuk Dunia harus tuntas pada tahun 2030, tentunya ini bukan pekerjaan mudah perlu intervensi terhadap orang-orang yang berada dalam miskin ekstrim ini " Kata Menteri Koordinator PMK tersebut. 

Bahwa target dan sasaran adalah data dari Kemenkes, BPS, Kementerian Sosial BKKBN oleh sebab itu sangat penting terhadap data yang akurat, By name by address, tidak ada lagi data yang keliru ini yang harus dikawal, seluruh sumber daya yang ada harus ikut dalam program ini " Kata Menteri PMK Muhajir Effendy. 

Sementara itu Gubernur Riau Drs. Syamsuar, Msi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pembangunan SDM merupakan salah satu visi Provinsi Riau, berbagai terobosan telah kita lakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat"Kata Syamsuar. 

Dari data yang kita terima bahwa Provinsi Riau memiliki kemiskinan ekstrem sebesar 1,49 persen atau dengan jumlah 135 Ribu jiwa"Oleh sebab itu Pemerintah pusat melakukan Penasaran Data by name by address terhadap kabupaten/Kota se Provinsi Riau" Kata Syamsuar lagi. 

Kita Laksanakan tugas secara bersama-sama untuk menurunkan Kemiskinan Ekstrim, Stunting, dan pengendalian inflasi,"Insyaallah dengan kebersamaan kemiskinan ekstrim tahun 2024 dapat pada posisi nol"Tutup Syamsuar.***Vol3.

Berita Terkait :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment