- Aksi Panen Ilegal Nasrun Sitepu dan Kani di Kebun Agrinas Berlanjut, Perusahaan Kembali Tempuh Jalur
- Dr. Karmila Sari Dorong Mahasiswa Unilak Siap Hadapi Dunia Kerja Lewat Workshop Bina Talenta
- Salsa Kuratori Pameran "Rantau", 70 Karya Mahasiswa Fotografi ISI Padang Panjang Dipamerkan
- JMSI Riau Gelar Seminar Sawit Berkelanjutan, Dorong Tata Kelola yang Berkeadilan
- Musprov FAJI Riau Tetapkan Erfan Panca Putra sebagai Ketua Baru
- Dinas PMD Meranti Lakukan Pendampingan 12 Desa Akan Bertarung di Pilkades Oktober Mendatang
- Polri Dukung Program Desa Bebas Api, Wakapolres Meranti Hadiri Penandatanganan MoU
- BOR 2026 Resmi Dibuka, Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Semarakkan RGECC
- Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
- Polres Inhil Gelar Pekan Olahraga Polri dan Salurkan Paket Bansos
Polda Riau Identifikasi Potensi Kerawanan Jelang Idulfitri

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Untuk mematangkan persiapan untuk pengamanan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijiriah, Polda Riau menggelar rapat koordinasi lintas sektoral operasi ketupat lancang kuning. Rapat tersebut berlangsung di Gedung Balai Serindit, Komplek Kediaman Gubernur, Pekanbaru, Selasa (25/03/2025).
Pertemuan ini dipimpin oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusuma. Tampak hadir Pj Sekdaprov Riau, Taufiq OH dan berbagai perwakilan instansi terkait.
Dikatakan, Wakapolda Riau, Brigjen Jossy bahwa melalui pertemuan ini dapat membangun komunikasi yang baik terhadap lintas instansi terkait dan menguatkan sinergitas dalam pelayanan kepada seluruh warga. Sehingga, masyarakat Riau bisa menikmati perayaan Idulfitro 1446 H dengan lancar.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Rakor atas kesediaan hadir dalam rangka menyamakan persepsi dan sinergitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menghadapi perayaan Hari Idulfitri 1446 H," katanya
Dituturkan, Polda Riau telah mengidentifikasi beberapa potensi kerawanan yang perlu diwaspadai. Hal itu mulai dari stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik, potensi bencana alam, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta ancaman tindak pidana terorisme.
"Ada beberapa kerawanan yang harus diwaspadai yaitu, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik, potensi bencana alam, gangguan kamtibmas, hingga ancaman tindak pidana terorisme," ujarnya.
Dijelaskan, berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau, pada tahun 2024 tercatat 8 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian 5 orang meninggal dunia, 7 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan, serta kerugian materi sebesar Rp97.300.000. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polri akan menggelar Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025 selama 14 hari, mulai dari tanggal 26 Maret hingga 8 April 2025.
"Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas maka, Polri menggelar operasi ketupat lancang kuning 2025 selama 14 hari. Kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 26 Maret sampai dengan 8 April 2025," jelasnya.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Taufiq OH, mengapresiasi penyelenggaraan rapat koordinasi lintas sektoral operasi ketupat lancang kuning. Menurutnya, melalui pertemuan ini dapat menekankan pentingnya memastikan kelancaran dan ketertiban selama Idulfitri.
"Momen ini juga membuat dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan permintaan barang dan jasa. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa segala aspek yang berkaitan dengan kelancaran Idulfitri dapat berjalan dengan tertib dan terkendali." pungkasnya.***Vol(Mcr/Mp)
Berita Terkait :
_Black11.png)









