- Wako Pekanbaru dan Bupati Kuansing Akan Terima JMSI Riau Award 2026, HUT ke-6 JMSI Dimeriahkan Baca
- Hendry Munief Luncurkan Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian, Angkat Kinerja Sebagai Anggota DPR RI
- Agung Nugroho dan Suhardiman Amby Dipastikan Terima JMSI Riau Award 2026
- Dua Siswa MAN 1 Pekanbaru Wakili Indonesia di Olimpiade Internasional 2026
- IPTU Andi Purba: Jagung Rambaian Bukti Asta Cita Tumbuh dari Tanah Warga
- Setahun Kepemimpinan Agung-Markarius, Pekanbaru Tunjukkan Kemajuan Nyata di Berbagai Sektor
- Kolam Nila Sungai Iiliran Jadi Bukti Asta Cita Hidup di Desa
- Bhabinkamtibmas dan Babinsa Teluk Kabung Kompak Dampingi Petani Cabe
- Bripka Arif Cek Kebun Cabe Tanjung Harapan, Polri Kawal Ketahanan Pangan Warga
- Bertahan di Tengah Tantangan, Kelompok Tani Asa Baru Tumbuh Lewat Budidaya Cabai
Polda Riau Tangkap Imam Mahdi Palsu
Pengikut Wajib Serahkan Anak Gadis

Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto. IST
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menangkap seorang warga inisial WAM. Pria 32 tahun itu diduga melakukan penistaan agama karena mengaku sebagai Imam Mahdi.
Selain itu, tersangka WAM juga terlibat sejumlah tindak pidana di berbagai daerah. Mulai dari penyebaran berita bohong, penyalahgunaan narkoba, tindak pidana perlindungan anak hingga menelantarkan istri.
Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto menjelaskan, tersangka ditangkap pada 6 September 2022. Tersangka ditangkap saat berada di sebuah sekolah swasta di kawasan Tiga Juhar.
"Itu perbatasan antara Sumatra Utara dan Aceh," kata Sunarto, Kamis petang, 15 September 2022.
Penangkapan Imam Mahdi palsu ini berawal dari laporan istri tersangka yang mengaku sudah 3 tahun tak diberi nafkah materi. Laporan pertama kali dibuat di Polres Kampar hingga akhirnya polisi menelusuri aktivitas tersangka.
Usai ditangkap di daerah tersebut, penyidik memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua istri tersangka. Para saksi berujar tersangka mengaku sebagai Imam Mahdi yang telah memiliki banyak pengikut.
"Saksi menyebut tersangka bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan juga merupakan orang yang terpilih untuk membawa keselamatan," terang Sunarto.
Hasil penyidikan, tersangka meminta kepada pengikutnya memberikan seorang anak gadis untuk dinikahi. Beberapa pengikut jamaah menuruti permintaan WAM.
"Termasuk juga orang tua dari istri WAM yang melapor ke polisi, dimana pernikahan diadakan dengan cara ditentukan sendiri," kata Sunarto.
Sunarto menjelaskan, pernikahan itu tidak dilengkapi saksi hingga penghulu. Yang ada saat akad nikah hanya calon pengantin dan orang tua.
"Jadi nikahnya itu agak berbeda ya, tersangka memberikan sebuah kalimat yang dibacakan oleh korban, tersangka menganggap pernikahan itu sah," tegas Sunarto. (syu)
Berita Terkait :
- Densus 88 Tangkap Sejumlah Terduga Teroris di Riau0
- Belasan Murid SD Keracunan Permen di Inhil0
- Polresta Kerahkan Ratusan Ciptakan Pekanbaru Aman0
- Polres Meranti Tahan Mantan Kades Korupsi0
- Polisi Kesulitan Temukan Alat Bukti0
_Black11.png)









