- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan Bripka CS di Kafe Cengkareng

Ilustrasi/Kabar6.com
Vokalonline.com - Dilansir dari CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penembakan yang dilakukan oleh Bripka CS di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 WIB.
"Iya betul (rekonstruksi penembakan) jam dua nanti," kata Tubagus saat dihubungi, Senin (29/3).
Tubagus mengungkapkan Bripka CS selaku tersangka dalam kasus penembakan ini akan dihadirkan dalam proses rekonstruksi.
Pada 25 Februari lalu, terjadi aksi penembakan di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat yang dilakukan oleh Bripka CS. Ia lantas ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP.
Penembakan ini berawal dari percekcokan Bripka CS saat pihak kafe hendak tutup. Dalam cekcok, Bripka CS yang sedang mabuk langsung mengeluarkan senjatanya dan menembak para korban.
Aksi Bripka CS ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang luka. Salah satu korban meninggal diketahui merupakan seorang prajurit aktif TNI AD berinisial S.
Terkait kasus ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan pihaknya bakal menegakkan hukum secara adil. Fadil juga menyebut akan memproses pidana serta kode etik terhadap anak buahnya.
"Tersangka juga akan diproses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," ucap Fadil.
(dis/wis)
Berita Terkait :
- Polisi Tangkap Dalang Pencurian Rumah Mewah Kedoya0
- Polisi Akan Olah TKP,Selidiki Penyebab Kebakaran Balongan0
- Kebakaran Kilang Minyak Balongan,5 Orang Luka Berat dan 23 Luka Ringan0
- Terusan Suez Macet Karena Kapal Kargo0
- 114 Pedemo Myanmar Dibunuh0
_Black11.png)









