- Anggota DPRD Pekanbaru Geram, Dugaan Pesta LGBT di Cafe Laksamana Muda
- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
Polisi Pastikan Bom Astanaanyar Berjenis Bom Panci Rakitan

Konferensi pers terkait bom Astanaanyar di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).
Jenis bom yang meledak adalah jenis bom rakitan ... bom panci
Bandung, VokalOnline.Com - Komandan Satbrimob Polda Jawa Barat Kombes Pol. Yuri Karsono memastikan bom yang dibawa pelaku bom Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12), berjenis rakitan dalam bentuk panci atau biasa dikenal dengan "bom panci".
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), Yuri mengatakan bom itu mengandung proyektil paku. Selain itu, ditemukan pula residu triaceton triperoxide (TATP) dan baterai yang diduga digunakan sebagai pemantik bom.
"Jenis bom yang meledak adalah jenis bom rakitan, dirakit dalam bentuk panci, dan biasa rekan-rekan dengar dengan bom panci," kata Yuri dalam konferensi pers di Polrestabes Bandung, Kota Bandung Jawa Barat, Kamis.
Terkait daya ledak bom tersebut, dia mengatakan tim yang terdiri atas Tim Penjinak Bom dan Pusat Laboratorium Forensik masih mengkaji hal tersebut.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol.Yani Sudarto mengatakan serpihan-serpihan bom beserta bom rakitan yang telah dibuang (disposal) sudah diamankan dari lokasi kejadian.
"Mengenai barang bukti, ada 23 barang bukti yaitu serpihan bom, kemudian bom yang telah di-disposal, sepeda motor, kemudian selebaran yang ada pada sepeda motor itu, ponsel, kemudian DVR dari CCTV yang diamankan," jelas Yani.
Polisi tidak bisa menjelaskan terkait bagaimana caranya pelaku merakit bom itu karena dikhawatirkan ada pihak yang dapat meniru perbuatan pelaku untuk melakukan aksi teror.
Sebelumnya, ledakan bom bunuh diri terjadi di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12), sekitar pukul 08.00 WIB.
Kejadian itu mengakibatkan 11 orang menjadi korban, di antaranya 10 anggota polisi dan seorang warga. Dari 10 anggota polisi tersebut, seorang anggota atas nama Aiptu Anumerta Sofyan gugur setelah dilarikan ke rumah sakit, sementara sembilan polisi lain mengalami luka-luka. **Syafira
Berita Terkait :
- 9 Poin Krusial di UU KUHP Mengancam Kebebasan Pers, Pasal 351-352 Ancaman Nyatanya 0
- Akan Ajuka PK, Masyarakat Seberida Minta PN Rengat Tunda Eksekusi Lapangan Bola Belilas 0
- Jamwas Ingatkan Jajaran Kejaksaan di Riau Hindari Perbuatan Tercela0
- Kejaksaan Hentikan Perkara Penadahan di Kota Dumai0
- Oknum Polisi Polsek Pondok Aren Jadi Calo, Korban Ditipu Rp400 juta0
_Black11.png)








