- Satgas PKH Diminta Bongkar Dalang Klaim Kebun Eks PT SAL di Rakit Kulim
- Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia menuju New Paradigm Tata Kelola Dunia
- Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Enok dan stakeholder serta Pihak Perusahan Tanam Ja
- APBD Kepulauan Meranti 2026 Disahkan Rp 1,162 Triliun
- Bupati Meranti Asmar Bagikan 1.800 Takjil Ramadan di Tiga Titik Kota Selatpanjang
- RAPP Tegaskan Komitmen Cegah Karhutla di Riau Melalui Sistem Kesiapsiagaan Terpadu
- Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Pengembangan Komunitas dan Keahlian
- Batin Model: Suku Talang Mamak Dukung Penuh Operasional Kebun Agrinas di Eks PT SAL
- Tim Raga Beraksi Berantas Premanisme dan Genk Motor di Pelalawan
- Sinergi Pemkab dan Swasta, Bupati Asmar Resmikan Jalan Batang Malas–Tenan Sepanjang 1,8 Km
Polres Meranti Bersama Lintas Sektor Gelar Zoom Kesiapan Operasi Ketupat Sambut Idul Fitri 1447 H

Meranti, VokalOnline.Com - Polres Kepulauan Meranti Polda Riau melaksanakan Zoom Meeting pada Rakor Lintas Sektoral Mabes Polri dan Kementrian Lembaga tentang kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2026 dalam Rangka Pelayanan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti Senin (2/3/2026) Pagi.
Selain itu, Dalam Zoom tersebut sambutan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyampaikan bahwa pengelolaan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 harus dilakukan secara terpadu, berbasis data.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti di wakili Asisten II Tengku Arifin, Waka Polres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga Kejari , Pabung Kodim 0303, KSOP dan Pihak yang hadir saat itu.
"Dalam aspek manajemen lalu lintas, rekayasa berbasis data harus diterapkan secara dinamis, termasuk skema contraflow dan one way berdasarkan rasio volume kendaraan. Kebijakan tersebut tidak bersifat tetap, melainkan menyesuaikan kondisi lapangan, dengan komunikasi kepada publik minimal enam jam sebelum pelaksanaan agar masyarakat dapat mengantisipasi perjalanannya," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Wakapolres Kompol Detis Mayer Silitonga.
Wakapolres juga mengatakan bahwa dalam zoom itu, Selain kelancaran lalu lintas, pelayanan yang humanis dan inklusif juga menjadi perhatian utama. Fasilitas di pos pelayanan perlu distandarisasi, termasuk ruang laktasi, area bermain anak, serta layanan kesehatan siaga. Mobile health patrol harus disiapkan di jalur padat untuk penanganan dini dan mencegah risiko kelelahan pemudik.
" Dalam arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin mudik aman dan keluarga bahagia. Operasi ini adalah agenda tahunan yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan, dengan fokus pada pengamanan, pelayanan, dan perlindungan masyarakat selama periode Idulfitri," kata Wakapolres.
Dalam Zoom itu,Kapolri menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan wujud komitmen Polri bersama stakeholder terkait dalam menjamin perayaan Idulfitri 1447 H berjalan aman, tertib, dan lancar. Berdasarkan hasil survei dan evaluasi tahun sebelumnya, berbagai potensi kerawanan telah dipetakan, baik di jalur tol, arteri, penyeberangan, terminal, stasiun, pelabuhan, maupun bandara, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan secara lebih terukur," kata Wakapolres.
"Kapolri juga menekankan pengamanan pada transportasi umum melalui pengawasan di terminal, stasiun, pelabuhan penyeberangan, dan bandara. Polri mendukung kebijakan stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi serta memastikan pengaturan antrean, pemeriksaan kendaraan, patroli di titik rawan, hingga pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk narkoba dan kriminalitas," jelas Wakapolres.
Kegiatan Zoom Meeting Rakor Lintas Sektoral Mabes Polri dan Kementerian/Lembaga menunjukkan bahwa Operasi Ketupat Tahun 2026 merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan secara terintegrasi dan berbasis data. Penekanan pada manajemen arus mudik dan balik yang dinamis mengindikasikan perlunya kesiapan daerah dalam menyesuaikan kebijakan pusat dengan kondisi riil di lapangan, termasuk kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem informasi yang responsif.(Bom)
Berita Terkait :
- Bupati Rohul Tinjau Pos Pengamanan PSU0
- Bawaslu Sambut Ide KPU Kampar Jemput Bola ke Desa0
- Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?0
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
_Black11.png)









