- Konsolidasi Organisasi, Gardu Prabowo Riau Lantik Ketua Baru
- Komisi X DPR RI Serap Aspirasi di Riau, Perkuat Kebijakan SPMB Nasional
- DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Air Bawah Tanah
- Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Pimpin Upacara Sertijab Kabag Log, Kapolsek dan Pelant
- FABEM-SM Indonesia Soroti Polemik Pernyataan Saiful Mujani, Ajak Publik Tetap Rasional
- Pangdam XIX Agus Hadi Buka Diklat Jurnalistik, JMSI Riau Turut Latih 500 Prajurit
- GANNAS Jabar Dukung Wacana Pelarangan Vape Demi Lindungi Generasi Muda
- Hendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
- Panen Raya Jagung 2026, Kolaborasi Multi Pihak Wujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan
- Pelaku Pencurian di Tempuling Dibekuk Polisi
Rekening Nasabah Beberapa Kali Dibobol, Sistem Keamanan Bank Riau Lemah?

Tersangka pembobol rekening nasabah di Bank Riau Kepri. IST
Bank Riau Kepri (BRK) kembali menjadi sorotan di tengah proses konversi menjadi bank syari'ah. Pembobolan rekening nasabah sudah beberapa kali mewarnai bank milik pemerintah daerah Riau dan Kepulauan Riau itu.
Terakhir pembobolan rekening Rp1,3 miliar oleh tersangka NH setelah mendapat password user ID dari AS. Manejemen BRK mengakui NH pernah menjadi teller dan AS merupakan head teller di Cabang Pasir Pangaraian di Kabupaten Rokan Hulu.
Sistem keamanan di bank yang mengaku punya aset Rp30 triliun itu dipertanyakan. Dikhawatirkan hal serupa terjadi dimasa mendatang sehingga bisa berimbas kepada kepercayaan masyarakat.
Direktur Utama BRK Andi Buchari menyatakan bank yang dikelolanya punya beberapa sistem keamanan. Salah satunya sistem akutansi sebagai deteksi dini sehingga jika ada satu pos terbuka akan ketahuan.
"Ini soal waktu saja, setiap kejadian akan ketahuan, akan ditemukan oleh auditor," kata Andi, Rabu siang, 31 Maret 2021.
Enam bulan belakangan, Andi menyebut BRK sudah punya tim anti fraud (kecurangan). Tim ini di luar auditor yang berfungsi melakukan pencegahan, investigasi, penanganan dan penyelesaian dana nasabah.
"Penyelesaian bagaimana uang nasabah kembali, bahkan kami punya divisi hukum yang mungkin melaporkan ke penegak hukum karena ini milik pemerintah daerah, milik masyarakat," kata Andi.
Andi juga menyebut BRK punya early warning sistem yang dipadukan dengan teknologi informasi untuk mencegah pembobolan rekening nasabah. Namun kecurangan bisa terjadi tapi hanya soal waktu.
"Soal waktu saja terungkap, kadang-kadang hanya terlewat satu minggu," jelas Andi.
Andi menambahkan, head teller di BRK saat ini tidak hanya dibekali password user ID. Namun juga menerapkan sistem fingerprint sehingga teller harus berhubungan langsung dengan atasan untuk mencairkan dana nasabah.
"Jadi tidak secara manual lagi, kecuali atasannya mau meminjamkan jarinya," seloroh Andi.
Menurut Andi, pembobolan rekening oleh NH terjadi karena atasannya berinisial AS memberikan password user ID. Seharusnya ini tidak terjadi karena rekening nasabah harus dijaga.
"Nasabah tidak boleh rugi, ini menjadi pembelajaran bagi segenap insan Bank Riau," kata Andi.
Terkait kejadian ini, manajemen BRK menyatakan tidak berpengaruh kepada masyarakat. Apalagi kasus ini sudah ditangani secara baik, di mana kerugian nasabah sudah diganti.
Dengan ragam sistem pencegahan tadi, apakah kedepannya BRK bisa kebobolan lagi? (syu)
Berita Terkait :
- Bank Riau Kepri Ganti Uang Rp1,3 Miliar Nasabah yang Dibobol, Uang dari Mana?0
- 20 Polsek di Riau Tak Berwenang Lagi Tangani Perkara Pidana0
- Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar0
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
_Black11.png)









