- Bhabinkamtibmas Kelayang Monitoring Budidaya Ikan Nila, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
- Anggota Komisi II DPRD Hadiri Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
- Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Hadiri Pembukaan O2SN dan GSI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
- Anggota Komisi II DPRD Inhil Hadiri Apel Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla
- Ketua DPRD Inhil Hadiri Pelepasan Jemaah Haji Kloter XI Embarkasi Batam
- Anggota Komisi I DPRD Inhil Hadiri Penunjukan Duta Anti Narkoba dan Revitalisasi Kampung Tangguh
- Ketua Komisi IV DPRD Inhil Hadiri Pelantikan Pengurus PBVSI Masa Bakti 2025–2029
- Rapat Gabungan Komisi DPRD Inhil Bahas Permasalahan Lahan Kebun Sawit Masyarakat
- Wakil Ketua I DPRD Inhil Hadiri Vidcon Launching Titik KDKMP di Wilayah Kodim 0314/Inhil
- Ketua DPRD Inhil Hadiri Pelatihan Jurnalistik Televisi dan Konten Kreator HUT ke-1 FJTI
Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar

Anak beruang yang pernah diselamatkan BBKSDA Riau. IST
Warga Desa Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, khawatir dengan kehadiran dua ekor beruang. Apalagi satwa berkuku panjang itu sempat melintas di Pasar Buatan lalu menghampiri pemukiman masyarakat.
Kehadiran dua ekor beruang ini, diduga induk dan anak, pertama kali dilaporkan pada Senin, 29 Maret 2021. Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah ke lokasi untuk memitigasi kehadiran beruang itu.
Kepala Bidang II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro menyebut beruang itu sudah tidak kelihatan lagi pada Rabu, 31 Maret 2021. Kemungkinan sudah masuk ke semak-semak menuju kebun masyarakat ataupun hutan.
"Mudah-mudahan sudah kembali ke hutan dan tidak masuk lagi ke desa itu," kata Heru, Rabu siang.
Heru menyebut pihaknya sudah melakukan antisipasi kalau beruang itu kembali ke pemukiman. Salah satunya memasang perangkap kandang dan diberi umpan.
"Kalau masuk perangkap nanti dievakuasi ke daerah lain, mudah-mudahan tidak datang lagi," jelas Heru.
Heru yakin induk dan anak itu merupakan satwa beruang yang dua tahun lalu masuk ke pemukiman desa tersebut. Apalagi setelah mendapat informasi salah satu beruang itu berjalan pincang.
Dua tahun lalu, sambung Heru, ada anak beruang terjerat tak jauh dari pemukiman warga. Ketika petugas berusaha menyelamatkan, anak beruang itu lepas setelah menggigit jerat dan terluka di kaki.
"Beruang itu datang lagi karena daerah tersebut merupakan wilayah jelajahnya, hal biasa kalau beruang datang lagi," terang Heru.
Untuk kedatangan kali ini, induk dan anak beruang itu tidak sampai memangsa ternak warga. Hanya saja warga resah karena dua ekor beruang lalu lalang di perkampungan.
Heru menjelaskan, dulunya desa itu merupakan hutan. Seiring perjalanan waktu, hutan menjadi semak-semak, kebun dan masyarakat membuat pemukiman.
Menurut Heru, keberadaan beruang di kebun ataupun semak-semak merupakan hal biasa di Riau. Apalagi di Kabupaten Siak antara semak-semak, kebun dan hutan saling berhubungan.
"Kalau hutan yang masih bagus di Siak itu ada di Taman Nasional Zamrud, mudah-mudahan arah beruang ke sana," kata Heru.
Kalau tidak ke Zamrud, Heru berharap beruang tadi mengarah ke hutan tanaman industri sejumlah perusahaan. Hutan tanaman industri bisa menjadi habitat beruang meskipun sifatnya sementara. (syu)
Berita Terkait :
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
_Black11.png)









