- Konflik Agraria Inhu, DPR RI Minta Penangguhan Penahanan Mantan Kades Sungai Raya
- Bripda Renhard Bawa Nama Polres Meranti di Riau Challenge 2026, Raih Medali Perak
- LAMR Kepulauan Meranti Siapkan Empat Agenda Besar, Digelar 19–20 September 2026
- Pemkab Meranti dan UIN Suska Riau Buka Peluang Kolaborasi Pengembangan Potensi Daerah
- Diduga Terlibat Kekerasan Seksual terhadap Anak, Pria 64 Tahun di Inhu Masuk DPO Polisi
- Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
- Puluhan Tahun Berpisah, Alumni SMAN 2 Pekanbaru Kembali Bertemu dalam Reuni
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pendinginan Karhutla 13 Hektare di Bengkalis
- Perawatan Jalan Berkelanjutan, PT PAS Mitra Agrinas Pastikan Pengangkutan TBS Tetap Lancar
- Firmansyah Resmi Diumumkan Dalam Paripurna Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru
Heboh Beruang Masuk Desa di Siak, Sempat Melintasi Pasar

Anak beruang yang pernah diselamatkan BBKSDA Riau. IST
Warga Desa Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, khawatir dengan kehadiran dua ekor beruang. Apalagi satwa berkuku panjang itu sempat melintas di Pasar Buatan lalu menghampiri pemukiman masyarakat.
Kehadiran dua ekor beruang ini, diduga induk dan anak, pertama kali dilaporkan pada Senin, 29 Maret 2021. Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah ke lokasi untuk memitigasi kehadiran beruang itu.
Kepala Bidang II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro menyebut beruang itu sudah tidak kelihatan lagi pada Rabu, 31 Maret 2021. Kemungkinan sudah masuk ke semak-semak menuju kebun masyarakat ataupun hutan.
"Mudah-mudahan sudah kembali ke hutan dan tidak masuk lagi ke desa itu," kata Heru, Rabu siang.
Heru menyebut pihaknya sudah melakukan antisipasi kalau beruang itu kembali ke pemukiman. Salah satunya memasang perangkap kandang dan diberi umpan.
"Kalau masuk perangkap nanti dievakuasi ke daerah lain, mudah-mudahan tidak datang lagi," jelas Heru.
Heru yakin induk dan anak itu merupakan satwa beruang yang dua tahun lalu masuk ke pemukiman desa tersebut. Apalagi setelah mendapat informasi salah satu beruang itu berjalan pincang.
Dua tahun lalu, sambung Heru, ada anak beruang terjerat tak jauh dari pemukiman warga. Ketika petugas berusaha menyelamatkan, anak beruang itu lepas setelah menggigit jerat dan terluka di kaki.
"Beruang itu datang lagi karena daerah tersebut merupakan wilayah jelajahnya, hal biasa kalau beruang datang lagi," terang Heru.
Untuk kedatangan kali ini, induk dan anak beruang itu tidak sampai memangsa ternak warga. Hanya saja warga resah karena dua ekor beruang lalu lalang di perkampungan.
Heru menjelaskan, dulunya desa itu merupakan hutan. Seiring perjalanan waktu, hutan menjadi semak-semak, kebun dan masyarakat membuat pemukiman.
Menurut Heru, keberadaan beruang di kebun ataupun semak-semak merupakan hal biasa di Riau. Apalagi di Kabupaten Siak antara semak-semak, kebun dan hutan saling berhubungan.
"Kalau hutan yang masih bagus di Siak itu ada di Taman Nasional Zamrud, mudah-mudahan arah beruang ke sana," kata Heru.
Kalau tidak ke Zamrud, Heru berharap beruang tadi mengarah ke hutan tanaman industri sejumlah perusahaan. Hutan tanaman industri bisa menjadi habitat beruang meskipun sifatnya sementara. (syu)
Berita Terkait :
- Mabes Polri Diserang, Terdengar Beberapa Kali Tembakan0
- Begini Cara Teller HN Jebol Rekening Nasabah Sampai Rp1,3 Miliar0
- Musrenbang RKPD Kampar 2021 Berjalan Sukses0
- Teller Bank Ini Bobol Rekening Tiga Nasabah Rp1,3 Miliar0
- Saksi Sebut PT Wijaya Karya Sudah Disetting Untuk Menang0
_Black11.png)









