- Diskusi dengan Wartawan, Syahrul Aidi Dorong Solusi Krisis Media Massa
- Gaungkan Semangat Hari Bumi, PEP Lirik Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai
- Pemkab Kuansing dan RAPP Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 21 Perkara Inkracht Dimusnakan Barang Bukti di Kejari Meranti
- 110 Jemaah Calon Haji Meranti Akan Berangkatkan Senin di Embarkasi Batam
- Rianto SH, MH Disorot, 70-an Peserta Ramaikan Seleksi KI Sumut 2026
- FORKI Riau Fokus TC Penuh Jelang Kejurnas Bandung, Perangkingan Atlet Digelar 26 April
- Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas
- Pengedar Ganja di Banglas Dibekuk Berkat Layanan 110, Polisi Amankan BB dan Tes Urine Positif
- Stok BBM Kepulauan Meranti Aman, Warga Diimbau Beli di SPBU Sesuai Ketentuan UUD 1945
RiauAndalas.com Tidak Hadiri Sidang Perdana Pengaduan Penasehat Ahli Gubernur di Dewan Pers

Advokat Sandi Baiwa SH CPL.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Pengacara dari kantor Penasehat Ahli Gubernur Riau (Gubri) bidang Informasi dan Komunikasi Suherwin SH dan Sandi Baiwa SH CPL, menghadiri undangan sidang mediasi oleh Dewan Pers di Jakarta.
Sidang pada Rabu (16/2/2022) tersebut tidak dihadiri oleh pihak teradu yaitu RiauAndalasCom yang dilaporkan penasehat ahli Gubri ke dewan pers atas berita menghakimi, memfitnah serta berita yang dikategorikan melanggar kode etik jurnalistik.
"Hari ini saya mengikuti sidang perdana dengan dewan pers, terkait berita yang diterbitkan oleh RiauAndalasCom yang sudah memfitnah, menuduh dan mengancam penasehat ahli Gubri," kata Sandi Baiwa kepada wartawan Rabu (16/2/2022) usai mengikuti sidang secara virtual dengan dewan pers.
Sandi menyayangkan atas ketidak hadiran pihak dari RiauAndalasCom dan tidak memberikan keterangan kepada dewan pers atas ketidak hadirannya memenuhi undangan sidang di dewan pers Rabu 16 Februari 2022.
"Menurut kami, pihak RiauAndalasCom itu tidak menghargai dewan pers, surat penilaian dari dewan pers atas pengaduan yang disampaikan oleh penasehat ahli Gubri juga tidak digubris oleh RiauAndalasCom," kata Sandi
Dijelaskan Sandi Baiwa, Dewan pers mengirimkan surat penilaian atas pengaduan penashat ahli Gubri tertanggal 17 Januari 2022, kemudian pada tanggal 18 Januari 2022 itu, penasehat ahli Gubri membuat surat tentang hak jawab dan dikirimkan kepada RiauAndalasCom, namun RiauAndalasCom membalas surat tersebut dengan berbagai alasan dan terkesan mengabaikan surat penilaian pengaduan dari dewan pers nomor 55/DP-K/I/2022 tertanggal 17 Januari 2022 itu.
"Tadi dari dewan pers dalam sidang menyampaikan, kalau RiauAndalasCom memuat hak jawab dari penasehat ahli Gubri tertanggal 30 Januari 2022, karena pihak pihak RiauAndalasCom tidak hadir tidak bisa saya tanyakan, kenapa mengabaikan surat penilaian dari dewan pers, semustinya 2 x 24 jam memuat hak jawab dari klaen setelah RiauAndalasCom menerimanya," ujar Sandi.
Dengan tidak hadirnya pihak dari RiauAndalasCom dalam sidang perdana di dewan pers, maka sidang ditunda dan akan diberi tau kembali jadwal sidang lanjutan kepada pengadu dan teradu di dewan pers terkait pengaduan penasehat ahli Gubri tentang fitnah, pengancaman dan pencemaran nama baik dipublikasikan oleh RiauAndalasCom.
Jawaban RiauAndalas
Terpisah, Pemimpin Redaksi RiauAndalas.com Hendri Abadi Hasibuan membenarkan pihaknya tidak menghadiri sidang itu sebagai teradu.
Hendri menyampaikan beberapa alasan ketidakhadiran pihaknya. Di antaranya, Hendir menyebut sudah memenuhi prosedur yang disarankan oleh dewan pers untuk memberikan hak jawab.
"Kami sudah memberikan hak jawab dan dimuat ke media kami, hak jawab itu juga sudah dikirim ke email dewanpers, juga dikirim ke pesan WhatApps dewan pers," kata Hendri.
Menurut Hendri, hak jawab itu sudah ditanggapi oleh dewan pers dan menyatakan tidak ada apa-apa lagi.
"Ada balasan dari WhatApps itu, kalau ini sudah tidak apa-apa lagi," jelas Hendri.
Hendri juga mengaku sudah mendatangi kantor pengacara tersebut di Jalan Tengku Bey tapi tidak ketemu. Dia datang bersama penulis berita dan narsumber dalam berita tersebut.
"Kop suratnya masih ada sama saya, tapi tidak ketemu kantornya," kata Hendri.
Hendri menyebut berita yang sedang disidangkan ini ditulis oleh wartawannya. Saat itu, dia tidak mengetahui berita itu lolos di redaksi.
"Memang ini keteledoran saya tapi sebagai penangungjawab saya harus mengurus ini," terangnya.
Di sisi lain, Hendri ingin bertemu langsung dengan pihak yang disebut dalam berita itu. Tujuannya untuk komunikasi dengan baik dan meminta maaf.
"Bagaimanapun yang dimuat itu adalah senior, saya nanti ingin bertemu langsung meminta maaf," jelas Hendri. (syu/zul)
Berita Terkait :
- Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan0
- Polresta Pekanbaru Gelar Police Go To School dan Safety Reading0
- Pembuat Kartu Vaksin Covid-19 Palsu Masuk Jeruji Besi0
- Wabub Rohil Ingatkan ASN di Sekretariat Pemkab untuk Disiplin 0
- Gajah Masuki Tol Pekanbaru-Dumai, Sempat Rusak Pembatas0
_Black11.png)









