- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Oktober 2026, JMSI Riau Gelar UKW Muda, Madya dan Utama
- Karmila Sari Dorong Sekolah Garuda Cetak Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas
- Cabor Karate Dumai Tegaskan Tidak Dukung Aci sebagai Calon Ketua KONI
- Kapolres Inhil: Penanganan Karhutla Harus Cepat dan Bersama-Sama
Saksi Ahli Psikologi Ungkap Bharada E Punya Tingkat Kejujuran Tinggi

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo, Bhadara E.
Jakarta, VokalOnline.Com - Saksi Ahli Psikolog Klinik Dewasa Liza Marielly Djaprie mengatakan bahwa terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J di rumah eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E memiliki tingkat kejujuran dan kepatuhan yang cukup tinggi.Hal itu disampaikan Liza saat menjadi saksi meringankan untuk terdakwa Bharada E dalam sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (26/12).Liza mengatakan dirinya melakukan serangkaian tes terhadap Bharada E saat mendampingi di tahap penyidikan. Salah satu tes yang dilakukan adalah MNPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa Bharada E telah jujur terkait peristiwa penembakan Brigadir J."Dalam alat tes inventory tersebut memang kita akan men-detect level kebohongan, apakah bisa dipercaya, realibitasnya bagaimana, validitas hasil asesmen dia seperti apa, dan semua berada pada hasil yang baik, dalam arti Richard berkata dengan jujur, hasil-hasil asesmennya dia bisa dipertanggungjawabkan," kata Liza.Selain itu, Liza juga melakukan penilaian terhadap gesture Bharada E dan wawancara terhadap orang tuanya. Liza menyebut hasil tes menunjukkan bahwa Bharada E memiliki tingkat kejujuran yang cukup tinggi."Menunjukkan ada tingkat kejujuran yang cukup tinggi dalam arti ceritanya runut, kemudian gestur tubuhnya juga kita bisa membedakan mana gestur yang sedang berbohong atau tidak benar, mana gestur yang mengatakan kejujuran," ujarnya.Jika ditilik dari hasil serangkaian tes yang dilakukan, kata dia, Bharada E juga memiliki tingkat kepatuhan yang sangat tinggi."Kalau dari Richard Eliezer, dari hasil tesnya dia punya kepatuhan sangat tinggi. Jadi itu memang bisa diukur level kepatuhan dia seperti apa," kata Liza."Dari hasil tes tersebut terlihat Richard punya tingkat kepatuhan tinggi sehingga dia punya kerentanan khusus, kecenderungan tertentu untuk lebih patuh pada lingkungan," sambungnya.Bharada E didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Tindak pidana itu dilakukan bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinas Sambo nomor 46 di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam surat dakwaan, Bharada E dan Sambo disebut menembak Brigadir J.Latar belakang pembunuhan diduga karena Putri telah dilecehkan Brigadir J saat berada di Magelang, Jawa Tengah pada Kamis, 7 Juli 2022. Dugaan ini telah dibantah oleh pihak keluarga Brigadir J. **Syafira
Berita Terkait :
- Pengiklan Surat Sakit Online Minta Maaf Bikin Gaduh Promo di KRL 0
- Jokowi Ungkap Syarat Cabut PPKM Covid-19: Sero Survei 90 Persen0
- Menutup Akhir Tahun 2022, JMSI Riau Taja Diskusi Sawit Bersama Apkasindo0
- Kenapa Salman al Farisi Sangat Disayangi Allah SWT, Berikut Cerita Nabi Muhammad SAW 0
- Pemerintah Siapkan Rp14,52 T untuk LH, Gubri Syamsuar Minta Riau Jadi Prioritas0
_Black11.png)









