- Sumpah Pemuda ke-98, Polres Inhu Ajak Generasi Muda Pantang Menyerah dan Peduli Sesama
- Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuala Cenaku Kunjungi Petani Cabai di Inhu
- Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 \"SAINTIS MUDA, CERDAS BERKARYA\"
- Sembilan Bulan Mengendap, MKD DPR RI Diminta Tegas Sikapi Laporan
- Raih 54 Mendali Dari MIS OPEN 2026 Medan
- Publik Berhak Tahu! Siti Aisyah Soroti Pembukaan Kembali Enam PKS di Kuansing
- Dojo Tirex Pekanbaru Raih Juara Umum 1 Kejuaraan Karate GDR Open Championship se-Riau
- Dari Rohil untuk Dunia Kerja, Politeknik Mulia Rokan Kantongi Izin Pendirian
- Anggota DPR RI Dapil Riau-1 Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau
- Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Saksi Beber Hasil Tes Poligraf Kuat Ma ruf: Terindikasi Bohong & Jujur

Terdakwa pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf, menjalani dua tes uji kebohongan dengan hasil masing-masing jujur dan terindikasi bohong.
Jakarta, VokalOnline.Com - Hasil tes poligraf atau uji kebohongan terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf, menunjukkan dua hasil berbeda yakni terindikasi bohong dan jujur.
Demikian disampaikan oleh saksi ahli poligraf Aji Febrianto Ar-Rosyid dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (13/12). Aji membeberkan hasil tes kebohongan terhadap Kuat Ma'ruf berdasarkan permintaan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam kesempatan itu Aji juga mengungkap hasil tes para terdakwa lain yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bripka RR dan Bharada E. Kuat Ma'ruf disebut Aji menjalani dua kali tes poligraf, dengan nilai masing-masing +9 dan -13 untuk tes kedua. Tes pertama dengan pertanyaan 'Apakah kamu memergoki persetubuhan Ibu Putri dengan Yosua'. Kuat menjawab tidak memergoki peristiwa itu dan hasilnya, kata Aji, dinyatakan jujur."Indikasi kedua 'Saudara Kuat tanggal 9 September, apakah kamu melihat Pak Sambo menembak Yosua?' Jawaban Kuat tidak. Indikasi berbohong," kata Aji.Ia juga membeberkan hasil tes Ferdy Sambo yang mendapat nilai -8 dan Putri Candrawathi -25. Hasil tes sejoli suami-istri itu sama-sama menunjukkan indikasi kebohongan.Bharada E menjalani satu hasil tes dengan pertanyaan 'Apakah kamu memberikan keterangan palsu kamu menembak Yosua?'."Richard menjawab tidak dan jawabannya jujur, Richard ini menembak Yosua," ujar Aji.Sementara Bripka RR menjalani dua tes uji kebohongan dengan nilai +11 untuk tes pertama dan nilai +19 untuk tes kedua.Aji menyebut hasil pemeriksaan terhadap Bripka RR menunjukkan keterangan adalah jujur."Pertanyaan yang pertama berkaitan dengan 'Saudara Ricky apakah seseorang menyuruhmu mengambil senjata Yosua?' Kemudian yang kedua apakah melihat Sambo menembak Yosua?" kata Aji."Yang pertama indikasinya apa?" tanya jaksa."Jujur," jawab Aji."Kalau misalnya yang kedua?" tanya jaksa lagi."Jujur," jawab Aji."Berarti Pak Sambo menembak?" tanya jaksa."Ricky tidak melihat Sambo menembak," jawab Aji.Ferdy Sambo, Putri, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.Pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 di rumah dinasSambo nomor 46 yang terletak di Kompleks Polri,Duren Tiga, Jakarta Selatan. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.Dalam surat dakwaan, Bharada E dan Sambo disebut menembak Brigadir J.Latar belakang pembunuhan diduga karena Putri telah dilecehkan Brigadir J saat berada di Magelang pada Kamis, 7 Juli 2022 namun dugaan tersebut dibantah oleh pihak keluarga Brigadir J.
Berita Terkait :
- Raih Penghargaan KIP, PDIP Jadikan Sebagai Cambuk Agar Lebih Baik0
- Kasihhati : Jangan Utak Atik dan Pecah Belah Media dan Insan Pers0
- Ukraina Gempur Rusia di Melitopol, Jalur Kunci Menuju Crimea0
- Penembakan di Roma, 3 Perempuan Tewas Termasuk Teman PM Italia0
- Putra MBZ Kecup Kening Jan Ethes di Pernikahan Kaesang-Erina0
_Black11.png)








