- Demi Warga Kuala Lemang, Prajurit Kodim 0314/Inhil Terus Genjot Pembangunan RTLH Hingga Larut Malam
- JMSI Riau Gelar UKW, 30 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi di UIR
- Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
- Hadapi Perubahan Iklim Ekstrem, JMSI Riau Dorong Mitigasi Karhutla Berkelanjutan
- 27 Orang Dinyatakan Kompeten, JMSI akan Gelar UKW Lagi di Riau pada Juni 2027
- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
Satreskrim Pekanbaru Ungkap Kasus Pengelolaan Sampah Ilegal, Lima Tersangka Diamankan
2.jpg)
Polresta Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru saat pengungkapan kasus pengelolaan sampah ilegal.
Pekanbaru, VokalOnline.Com - Satreskrim Polresta Pekanbaru mengamankan lima tersangka terkait tindak pidana pengelolaan sampah tidak sesuai prosedur usai perkara ini menjadi atensi Kapolda Riau.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika saat pengungkapan kasus, Selasa, menyebutkan para tersangka berinisial AAS, R, ZE, RMH, T yang berperan sebagai sopir dan pengangkut sampah.
Dikatakan Jeki, kelima tersangka ini membuang sampah yang telah diangkutnya dari berbagai sumber dan membuangnya ke beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) di Pekanbaru.
"Mereka harusnya membuang sampah yang sudah dikumpulkan itu ke transdepo, namun karena ingin menghemat biaya mereka buang ke beberapa TPS yang diperuntukkan untuk masyarakat," urai Kombes Jeki.
Hal ini dinilai dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan serta melanggar pasal 40 UU nomor 18 tahun 2008.
"Tersangka melakukan pengelolaan sampah ilegal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," lanjutnya.
Aparat kepolisian juga mengamankan tiga mobil pick up yang digunakan para tersangka untuk mengangkut sampah.
Di tempat yang sama, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan bahwa salah satu klinik dan Plaza Citra di Pekanbaru turut memakai jasa pengelolaan sampah ilegal ini.
“Saya minta kepada pihak kepolisian untuk mempertimbangkan upaya restorative justice, karena para pelaku ini hanya ingin memenuhi kebutuhan hidup mereka,” ucap Agung.
Selanjutnya, para tersangka akan diserahkan ke Satuan Pamong Praja (Satpol PP) lantaran dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Pekanbaru.(**)
Berita Terkait :
_Black11.png)









