- Dugaan Gratifikasi Guncang Inhu, Tiga Kades dan Satu Lurah Dilaporkan Terkait Konflik PT SBP
- BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti
- Kodam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Semangat Gotong Royong Lewat Karya Bakti Massal di Pekanbaru
- Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek
- Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa FISIP Unri Resmikan Papan Edukasi Sampah di Sumahilang
- Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Optimalkan Ketersediaan Daging Melalui Pengembangbiakan Ayam Kampu
- Heboh, Pengakuan Mantan Lurah, Forum Tiga Desa Digaji PT SBP Rampas Kebun Petani dan Bela Perusahaan
- Siswa MAN 1 Pekanbaru Lulus Beasiswa Indonesia Bangkit, Kuliah di National University of Singapore
- Hendry Munief Kunjungi Ponpes Hidayatullah Pekanbaru, Dorong Santri Jadi Entrepreneur
- Menanam Harapan Seusai Hujan, Ikhtiar Kecil Menjaga Bumi dari KUA Kecamatan Salo
Sejumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir

Jakarta, VokalOnline.Com - Banjir melanda delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Jumat (11/2) pukul 06.00 WIB. Banjir dengan tinggi muka air sekitar 50 – 100 sentimeter tersebut, terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, merujuk laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, delapan desa terdampak adalah Desa Nanga Luan, Desa Landau Rantau dan Desa Entebi yang terdapat di Kecamatan Silat Hulu.
Kemudian Desa Rumbih dan Desa Semeluang yang berada di Kecamatan Silat Hilir. Desa Landau Kumpang, Desa Sejahtera Mandiri dan Desa Nanga Tepuai yang terdapat di Kecamatan Hulu Gurung.
"Peristiwa ini menyebabkan 92 unit rumah terendam banjir dan berdampak pada 98 KK / 294 jiwa masyakarat yang bermukim pada desa-desa tersebut," katanya, Sabtu (12/2/2022).
Hingga Jumat (11/2) sore, banjir masih menggenangi semua wilayah tersebut dan belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka pada banjir kali ini.
"Untuk mempercepat penanganan darurat, BPBD, TNI/Polri serta aparat desa setempat melakukan kaji cepat, evakuasi dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat terdampak," jelasnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan yang disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan sebagian wilayah di Kalimantan Barat pada Sabtu (12/2) dan Minggu (13/2).
BNPB mengimbau kepada masyarakat, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan mengingat musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga awal Maret nanti.
"Perhatikan perkembangan informasi terkait informasi cuaca dan mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat komunitas dalam menghadapi banjir," imbuh Abdul.**Vol/jun
Berita Terkait :
- Kepala BPN Riau Sempat Drop Disebut Terima Uang Rp1,2 M0
- CPO Naik Daun Masa Depan Minyak Sawit Terancam0
- 1.598 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga MotoGP Mandalika0
- Presiden Jokowi Apresiasi Peran ACT-A Dorong Pengembangan dan Akses Vaksin Covid-190
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis0
_Black11.png)









