- Ngopi Cerdas Bersama Insan Pers, Siti Aisyah Serap Aspirasi dan Bahas Pembangunan Inhu
- Antrean Solar Membaik, DPRD Riau Dorong Penindakan Praktik Pelangsiran
- Polidik Polres Meranti Sasar SMA 2 Selatpanjang, Wakapolres Ingatkan Pelajar Bahaya Hoaks
- Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
- Karmila Sari Dorong Guru, Mahasiswa dan Dosen Perkuat Budaya Menulis Karya Ilmiah
- Empat Perusahaan PMA Jadi Tersangka Karhutla, Syahrul Aidi Dorong Pengawasan Investasi
- Hendry Munief Siap Kolaborasi dengan Pemda, Dorong Destinasi dan Event Wisata Riau Masuk KEN dan KSP
- JMSI Riau Matangkan Persiapan Seminar Lingkungan dan UKW, Digelar 5-7 November
- Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
- Siti Aisyah Kunjungi Polres Inhu, Soroti Penegakan Hukum, HAM hingga Konflik Agraria
Sejumlah Desa di Kabupaten Kapuas Hulu Terendam Banjir

Jakarta, VokalOnline.Com - Banjir melanda delapan desa di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada Jumat (11/2) pukul 06.00 WIB. Banjir dengan tinggi muka air sekitar 50 – 100 sentimeter tersebut, terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Menurut Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, merujuk laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, delapan desa terdampak adalah Desa Nanga Luan, Desa Landau Rantau dan Desa Entebi yang terdapat di Kecamatan Silat Hulu.
Kemudian Desa Rumbih dan Desa Semeluang yang berada di Kecamatan Silat Hilir. Desa Landau Kumpang, Desa Sejahtera Mandiri dan Desa Nanga Tepuai yang terdapat di Kecamatan Hulu Gurung.
"Peristiwa ini menyebabkan 92 unit rumah terendam banjir dan berdampak pada 98 KK / 294 jiwa masyakarat yang bermukim pada desa-desa tersebut," katanya, Sabtu (12/2/2022).
Hingga Jumat (11/2) sore, banjir masih menggenangi semua wilayah tersebut dan belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka pada banjir kali ini.
"Untuk mempercepat penanganan darurat, BPBD, TNI/Polri serta aparat desa setempat melakukan kaji cepat, evakuasi dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat terdampak," jelasnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan yang disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan sebagian wilayah di Kalimantan Barat pada Sabtu (12/2) dan Minggu (13/2).
BNPB mengimbau kepada masyarakat, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan mengingat musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga awal Maret nanti.
"Perhatikan perkembangan informasi terkait informasi cuaca dan mempersiapkan diri dengan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat komunitas dalam menghadapi banjir," imbuh Abdul.**Vol/jun
Berita Terkait :
- Kepala BPN Riau Sempat Drop Disebut Terima Uang Rp1,2 M0
- CPO Naik Daun Masa Depan Minyak Sawit Terancam0
- 1.598 Personel TNI-Polri Dikerahkan Jaga MotoGP Mandalika0
- Presiden Jokowi Apresiasi Peran ACT-A Dorong Pengembangan dan Akses Vaksin Covid-190
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis0
_Black11.png)









