- Matahari 08 Riau Hadir di Tengah Dampak Karhutla, Ribuan Masker Gratis Dibagikan ke Masyarakat
- FORKI Riau Gelar Karate Kid Serie 3 Riau Open 2026, Dipantau Langsung Puspresnas
- Gemilang di Kejurprov Forki Riau 2026, Dojo Rumah PAN Sabet 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu dan 1 BOB
- Dugaan Mark-Up Anggaran Desa Talang Durian Cacar Mencuat, BPD Diminta Periksa Kegiatan 2024-2025
- Gokasi Dumai Minta FORKI Mengundang Pengcab Perguruan Karate untuk Bahas Calon Ketua KONI
- Diduga PETI Beroperasi di Sungai Bawang F5, Polda Riau Diminta Bertindak
- Inkanas Riau Pimpin Klasemen Sementara Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
- Harga Kelapa Inhil Anjlok, Syahrul Aidi Minta Pemerintah Intervensi
- Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Masuki Hari Kedua, 1.050 Karateka Berebut Gelar Juara
- INKAI Riau Juara Umum Kejurprov Karate FORKI Riau 2026
Singapura Siap Gelontorkan Dana untuk Atasi Perubahan Iklim

VokalOnline.Com - Direktur Pelaksana Otoritas Moneter Singapura (MAS) Ravi Menon mengatakan Singapura siap membantu keran modal keuangan untuk mengatasi ancaman perubahan iklim.
"Perubahan iklim bukan lagi prediksi, itu menjadi kenyataan. Kita perlu bertindak sekarang untuk mulai mengurangi emisi. Dunia saat ini jauh dari lintasan emisi net-zero," kata Menon di COP27 Singapore Pavilion, dikutip dari CNA, Kamis (10/11).
Menon menyoroti kesenjangan besar antara keuangan yang dibutuhkan dunia untuk transisi ke emisi net-zero karbon dan apa yang saat ini tersedia untuk investasi.
Dia mengatakan Singapura dapat membantu dengan tiga strategi yang jelas. Pertama, pembiayaan campuran yang berarti memobilisasi modal swasta untuk digabungkan dengan dana yang disediakan oleh pemerintah dalam proyek-proyek investasi iklim.
Kedua, mengembangkan dan memfasilitasi pasar karbon. Ketiga, menyajikan data berkualitas baik untuk mendukung pengungkapan yang kredibel dan melacak kemajuan.
Pembiayaan campuran dapat membantu membuat proyek hijau di pasar negara berkembang, seperti di seluruh Asia Tenggara."Blended finance bukanlah hal baru, tetapi skalanya membutuhkan pendekatan baru," katanya.
Rencana Menon termasuk bermitra dengan The Network of Central Banks and Supervisors for Greening the Financial System (NGFS) dan The Glasgow Financial Alliance for Net Zero Asia-Pacific Network.Di pasar karbon, dia mengatakan Singapura memiliki posisi yang baik untuk menjadi pemimpin. Namun, pasar ini perlu menjadi lebih besar dan lebih efisien.
"Kami memiliki infrastruktur yang baik, tata kelola yang baik, dan kepercayaan yang tinggi-bahan penting untuk pasar. Kami terletak di jantung Asia Tenggara yang merupakan lahan subur untuk memanfaatkan potensi solusi berbasis alam untuk penyerapan karbon," pungkasnya.**Syafira
Berita Terkait :
- Biaya Membengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kekurangan Dana0
- Rugi Miliaran Jadi Alasan Bos The Good Dept PHK Karyawan0
- Jokowi dan Xi Jinping Batal Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung0
- Aturan No Work No Pay Akal Bulus Pengusaha Tak Bayar Upah Pekerja?0
- Facebook PHK 11 Ribu Karyawan Imbas Penurunan Pasar Iklan0
_Black11.png)









