- Pangeran Fortuna Bikin Kejutan, Olang Buas Tersingkir di Hari Pertama Pacu Jalur
- Sinergitas Kantor Pertanahan, Bapenda, dan IPPAT Kabupaten Rokan Hulu Perkuat Transformasi Layanan P
- Antisipasi Banjir, PT RSUP Dukung Penguatan Tanggul Sepanjang 579 Meter di Desa Pulau Burung
- Hendry Munief Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- KNPI Inhil: Memaknai Merdeka dengan Berbuat dan Tetap Kondusif
- Bertahun-tahun Konflik Agraria Petani dengan PT SBP, Ini Kata Bupati Ade
- Peringati HUT ke-81 RI, PLN Grup Regional Riau Perkuat Semangat Kebersamaan dan Kepedulian
- Peduli Kegiatan Keagamaan, PT PAS Mitra Agrinas Salurkan Dukungan untuk MTQ Danau Rambai
- Desentralisasi Asimetris Berbasis Klaster: Solusi Pemerataan Pembangunan Daerah di Indonesia
- Panitia Kejurprov Karate FORKI Riau 2026 Gelar Rapat Terbatas, Pastikan Kesiapan Pertandingan
Sudah Ada Titik Terang Polisi Segera Ungkap Kematian ASN di DPRD Riau

PEKANBARU, VokalOnline.Com - Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Pria Budi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan titik terang dalam mengungkapkan kasus kematian seorang ASN yang ditemukan di basement gedung DPRD Provinsi Riau.
"Sampai saat ini masih digelarkan di Ditkrimum Polda, dan juga ada tambahan beberapa saksi lain yang diperiksa. Dalam waktu dekat akan kita sampaikan hasilnya," ungkap Pria Budi dikutip halloriau.com.
Dia menyebutkan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam membeberkan hasil temuan mereka. "Sudah mendekati. Cuma memang ada beberapa yang harus dilengkapi. Kita tidak harus terburu-buru, kita akan jelaskan secara detail nanti biar masyarakat puas dan tidak timbul kecurigaan-kecurigaan yang selama ini beredar," ujarnya.
Diketahui, ASN yang ditemukan meninggal dunia di basement gedung DPRD Provinsi Riau diketahui bernama FY. Dalam kasus ini, kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi. Bahkan 6 rekaman cctv juga telah disita oleh kepolisian untuk keperluan penyelidikan.
Sebelumnya, tim forensik juga telah melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Dan diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat asfiksia, yakni mati lemas bekas jeratan di leher. Namun belum bisa dipastikan, apakah korban meninggal dunia akibat bunuh diri atau dibunuh oleh seseorang. (***)
Berita Terkait :
- Kapolda Riau Suport Penuh Kejurda Inkanas 2022 Merupakan Kejurda Besar di Riau0
- Wagub Riau: Salat Berjamaah Upaya Memakmurkan Masjid0
- TNI Angkatan Darat Harus Hadir di Tengah-tengah Masyarakat0
- Gubri Apresiasi Kongres IPMR, Gubri: Dari Riau Untuk Indonesia 0
- Gandeng PWI, SPS Riau Gelar UKW Gratis0
_Black11.png)









