- Gus Muhaimin Ungkap Kegelisahan saat Sowan UAS: Perpecahan Umat Tak Hasilkan Apa-Apa
- KNARA Adukan PT SBP ke Komnas HAM RI, Dugaan Perusakan Kebun dan Kriminalisasi Petani Disorot
- Saran untuk Kapolda Riau yang Baru; Untuk Dihormati Tegakkan Keadilan
- RAPP dan Masyarakat Perkuat Kebersamaan melalui Founders Day 2026
- Sempena HUT Humas Polri ke-75, Polres Meranti dan Insan Pers Gelar Donor Darah
- Bupati Asmar Ingatkan Desa: Setiap Rupiah Dana Negara Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
- Hutan Terbakar, Rakyat Terdampak, Ekonomi Terancam, Hubungan Antarnegara Dipertaruhkan!
- Rayakan Hari Anak Nasional 2026, RAPP Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman bagi Tumbuh Kembang Anak
- RAPP Serahkan Bantuan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 dan Sponsori Tiga Jalur Unggulan
- Pemcam Koto Gasib Apresiasi Fire Fighter PT RAPP
Tagar Tangkap Menteri Agama Menggema di Jagad Dunia Maya
Azan dan Gonggongan Anjing

Jakarta, VokalOnline.Com - Nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali menuai sorotan usai pihaknya mengeluarkan aturan terkait penggunaan pengeras suara atau toa di masjid dan musala.
Menurutnya, Surat Edaran (SE) Nomor 5 tahun 2022 dibuat dengan tujuan agar tidak ada umat agama lain yang terganggu.
Terbaru, Tagar Tangkap Yaqut menjadi trending topic. Tagar tersebut menggema usai menjelaskan soal toa masjid namun menganalogikannya dengan gonggongan anjing peliharaan di sekitar rumah.
Pernyataan tersebut memicu banyak komentar di jagad Twitter. Banyak yang menyayangkan ungkapan Yaqut yang mencontohkan suara toa masjid dengan gonggongan anjing.
Diketahui, pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas tersebut terungkap saat menjawab pertanyaan wartawan di Pekanbaru soal aturan toa masjid, Rabu (23/2/2022).
Dalam penjelasan itu, Yaqut mengaku mengaku tidak melarang rumah ibadah umat Islam untuk menggunakan toa atau pengeras suara.
"Kita tahu itu syiar agama Islam, silahkan gunakan toa tapi tentu harus diatur. Diatur bagaimana volumenya tidak boleh keras, maksimal 100 desibel," jelasnya seperti dikutip dari Antara.
Ia juga mengatakan perlu peraturan untuk mengatur kapan saja alat pengeras suara/toa dapat digunakan baik setelah atau sebelum azan dikumandangkan.
Baginya ini bertujuan juga untuk meningkatkan manfaat dan mengurangi masabat. Sebab di daerah yang mayoritas muslim hampir setiap 100-200 meter terdapat masjid.
Menag Yaqut kemudian mencontohkan soal toa masjid dengan suara anjing yang menggonggong secara bersamaan.
"Contohnya lagi, misalkan tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan kita terganggu ga? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan," ujar Yaqut Cholil Qoumas.
Diketahui, urat Edaran (SE) Nomor 5 tahun 2022 terkait pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musola masih menjadi pro dan kontra sejumlah kalangan.***
Berita Terkait :
- Lima Ninja Sawit Digelandang ke Polsek Bonai Darussalam0
- Roy Suryo Polisikan Menteri Agama Hari Ini Terkait Azan dan Gonggongan Anjing0
- Menteri Agama Ibaratkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing di Komplek0
- Upaya Pemerintah dalam Pemulihan Dunia Kerja yang Berorientasi pada Manusia0
- Kejari Bentuk Satgas Mafia Tanah Pekanbaru0
_Black11.png)








